Petugas lapas mendata para warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang mendapat asimilasi dan hak integrasi. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Kanwil Kemenkumham Jatim Rumahkan 1.646 WBP

Hukum 03 April 2020 17:16 WIB

Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Kemamanan dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Timur telah merumahkan 1.646 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari 39 Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Jatim.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Pargiyono menjelaskan, mereka dirumahkan karena masuk dalam program Asimilasi dan Integrasi yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna Laoly.

Meski dibebaskan sementara, Pargiyono meminta masyarakat agar tidak khawatir dengan keberadaan WBP. Mereka telah dibekali keahlian dalam sehingga dapat dijamin tidak akan kembali melakukan pelanggaran yang menjerat sebelumnya.

“Pembinaan kemandirian telah kami gencarkan sejak beberapa tahun terakhir dengan menggandeng pihak swasta maupun instansi lain memberikan keahlian mebelair, pertukangan, memasak dan masih banyak lagi,” ujarnya, Jumat 4 April 2020.

Tidak hanya kemandirian, mereka juga dibekali dengan peningkatan kepribadian. Salah satunya lewat program ‘Masuk Napi, Keluar Santri, Di Rumah Jadi Guru Ngaji’ seluruh lapas/ rutan menggandeng pondok pesantren untuk membukan kelas pengajian agama di masjid masing-masing.

“Sudah ribuan santri yang kami wisuda sejak 2018 lalu,” terang Pargiyono.

Selain itu, Pargiyono kembali menekankan bahwa WBP yang mendapatkan hak asimilasi dan integrasi tidak benar-benar bebas. Mekanisme pengawasannya akan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas), sehingga mereka tetap diawasi oleh tim pengawas.

Kalapas, lanjut Pargiyono, berkoordinasi dengan kepala Bapas dan Kepala Kejaksaan Negeri. Serta memaksimalkan Peran Pembimbing Kemasyarakatan untuk memastikan bahwa WBP tetap berada di rumah.

“Ada syarat-syarat tertentu sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 dan jika dilanggar, mereka harus kembali lagi ke lapas/ rutan,” pungkasnya.

Kebebasan warga binaan tersebut belum usai, karena masih akan ada penambahan sebab program ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Yasonna Laoly memberikan asimilasi dan hak integrasi bagi WBP dalam rangka penanganan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sebab, diketahui terjadi overkapasitas penghuni lapas atau rutan di Jatim sebesar 132 persen atau 29.618 orang. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kerawanan penyebaran virus di lapas atau rutan.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Jun 2020 17:30 WIB

Update Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel

Nasional

Sebaran corona di DKI dan Jawa Timur adalah wilayah dengan kasus terbanyak.

06 Jun 2020 17:14 WIB

Gereja di Malang akan Dibuka Kembali untuk Ibadah Misa

Jawa Timur

Gereja sudah siapkan SOP protokol kesehatan Covid-19.

06 Jun 2020 17:00 WIB

Helikopter jatuh di Kawasan Industri Kendal

Nasional

Belum ada informasi lengkap soal kejadian ini.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...