Semburan Api Muncul dari Tanah di Tanon Sragen

19 Aug 2019 15:55 Warta Bumi

Warga di Dukuh Banyurip, Desa Bonagung, Tanon, Sragen digegerkan dengan semburan api yang mendadak keluar dari dalam tanah di wilayah tersebut.

Fenomena alam langka itu, kini menjadi tontonan warga. Mereka penasaran dan berhamburan memadati lokasi, Minggu 18 Agustus 2019.

Munculnya api seperti obor setinggi 50 sentimeter. Api muncul di pekarangan milik Rebo Warga RT 22, Dukuh Banyuurip Desa Kebonagung Kecamatan Tanon.

"Ratusan warga yang mengetahui kabar ini langsung datang, banyak warga yang penasaran, tidak ada sejarah api muncul tiba-tiba di wilayah desa Bonagung, baru kali ini saja," ucap Suwarno, Kepala Desa Kebonagung, Senin 19 Agustus 2019.

Suwarno menjelaskan, api muncul sekira waktu magrib. Namun dua hari sebelumnya warga setempat merasakan suhu panas yang tidak biasa di sekitar kejaadian. Setelah sebuah lubang tertutup batu didekati dan dibuka muncul api dari dalam tanah.

"Dua hari lalu warga cerita kalau disekitarnya (api) itu panas. Pas magrib itu api keluar dari lubang bekas sumur itu," bebernya.

Suwarno mengatakan, api tersebut muncul dari bekas galian sumur bor dengan kedalaman sekitar 50 meter. Ia menjelaskan, pemilih pekarangan sekitar dua tahun lalu membuat sumur bor untuk pengairan, namun tidak mendapatkan sumber.

Muncul api seperti obor setinggi 50 sentimeter
Muncul api seperti obor setinggi 50 sentimeter.

Bekas pengeboran tersebut sudah lama ditutup dengan tanah dan bebatuan. Namun setelah dua tahun berlalu, kini di lubang tersebut justru menyemburkan api.

"Ini dulu sumur bor, karena tidak ada airnya lalu ditimbun lagi. Kok  ini malah muncul semburan api dari bekas pengeboran sumur itu," terangnya.

Suwarno mengaku sudah berkoordinasi dengan Camat Tanon dan juga Kapolsek setempat untuk kemudian diberikan garis pengaman. Pihaknya juga meminta Pemkab Sragen segera melakukan langkah langkah agar tidak menimbulkan kerugian masyarakat.

"Kami sudah laporkan pak Kapolsek dan pak camat. Kami gak tau ini akan membawa dampak baik atau malah buruk. Semoga ada kajian," tuturnya.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini