Jangan Pernah Bermimpi Masuk Jalur Belakang di Unibraw Malang

15 Jul 2019 11:31 Pojok Unibraw

Jangan pernah bermimpi bisa masuk Universitas Brawijaya lewat jalur instan. Meski punya orang tua tajir melintir. Pasalnya, Universitas Brawijaya (UB) Malang tak pernah memberikan peluang untuk masuk lewat jalur belakang. Alias lewat nyogok.

Komitmen ini disampaikan oleh Rektor Universitas Brawijaya Malang, Nuhfil Hanani.

“Kami tidak ada pasang tarif untuk diterima di UB. Kalau ada informasi seperti itu, maka itu bohong. Itu palsu,” tegasnya.

Ia mengimbau jika ada calon orang tua mahasiswa yang menemukan orang mengaku bisa meloloskan anaknya ke Universitas Brawijaya Malang, dengan memberikan bocoran soal atau prosedur lainnya,  bisa dipastikan orang itu adalah calo. Bukan pegawai Universitas Brawijaya Malang.

"Mohon untuk melaporkan ke pihak UB yang nantinya akan diteruskan kepada pihak yang berwajib,  kata Nuhfil.

Nuhfil berani menjamin jika soal-soal yang diujikan dalam tes jalur mandiri yang hari ini mulai dilaksanakan sangat rahasia. Mulai dari pembuatan soal dari pihak internal UB tidak ada yang tahu semua.

"Silakan tanya kepada para Dekan yang hadir. Di samping itu kami juga tidak menerima tamu yang meminta untuk bernegosiasi,” tuturnya.

Pada hari ini sebanyak 13.073 peserta mengikuti tes jalur mandiri untuk masuk ke UB, dengan rincian saintek sebanyak 7.371 orang, soshum sebanyak 5.416 orang dan campuran 286 orang.

Untuk seleksi mandiri tahun ini, UB menyiapkan 669 ruangan, 1.338 orang pengawas dan 33 penanggung jawab ruangan.

“Setiap 10 peserta diawasi diawasi oleh 1 orang pengawas. Dari hasil pantauan kami tadi semua berjalan aman, lancar dan terkendali,” jelas Nuhfil.

Nuhfil menambahkan dari 13.073 peserta yang mengikuti tes seleksi mandiri di UB, yang akan diambil sekitar empat ribuan mahasiswa, yang hasil tesnya akan diumumkan pada 20 Juli nanti.

Selain itu, untuk program studi (prodi) yang paling diminati, pada saintek ada di Pendidikan Dokter dan untuk soshum pada Ilmu Hukum.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini