Selamat Hari Film Nasional

Ngopibareng.id Film 30 March 2019 14:48 WIB

Setiap tanggal 30 Maret seluruh sineas dan penikmat film tanah air merayakan Hari Film Nasional (HFN). Alasanya, pada tanggal tersebut merupakan hari pertama syuting film Darah dan Doa, dirilis secara internasional dengan judul The Long March of Siliwangi, pada 30 Maret 1950.

Penetapan Hari Film Nasional merupakan hasil konferensi dari Dewan Film Nasional pada 11 Oktober 1962. Keputusan tersebut akhirnya diresmikan pada masa pemerintahan BJ Habibie.

Film Darah dan Doa sendiri merupakan karya sutradara Usmar Ismail dengan penulis skenario Sirot Situmorang. Film tersebut diproduksi olah Perfini atau Perusahaan Film Nasional Indonesia yang didirikan oleh Usmar Ismail.

Produksi 'Darah dan Doa' memicu perkembangan perfilman tanah air periode 1950 hingga 1962 dan kerap disebut sebagai awal kelahiran film Nasional.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) akan memperingati HFN ke-69, menggelar angkaian acara yang digelar pada HFN tahun ini adalah Kampanye Film, Pameran Sejarah Perfilman, Pemutaran Film Indonesia, Bincang Film, dan Apresiasi Kesetiaan.

Mendikbud Muhadjir Effendy saat ini sedang mengusulkan mendiang Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional bidang perfilman. Sebelumnya, Usmar Ismail telah mendapatkan gelar sebagai Bapak Film dan Darah dan Doa menjadi film pertama Indonesia, karena sutradara dan para kru adalah putra dan putri Indonesia. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Mar 2020 16:54 WIB

Hari Film Nasional Diawali Darah & Doa Karya Usmar Ismail

Film

Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret.

29 Mar 2019 21:12 WIB

Wapres Jusuf Kalla Bangga Perfilman Indonesia Bangkit Lagi

Nasional

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyatakan dunia perfilman Indonesia telah bangkit ditandai peningkatan jumlah produksi dan penonton film Indonesia

30 Mar 2018 23:31 WIB

Puti Soekarno Dorong Film Nasional Promosikan Wisata Jatim

Seni dan Budaya

Puti Guntur Soekarno, menunjukkan atensinya tehadap film nasional.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...