Menaker Ida Fauziah. (Foto: Dok Humas Menaker)

Selama Wabah Corona 1,9 Juta Buruh Di-PHK dan Dirumahkan

Nasional 19 April 2020 11:16 WIB

Sejak wabah virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia banyak perusahaan yang merugi dan akhirnya memutuskan hubungan kerja karyawannya. Ada juga yang merumahkan karyawan, bekerja sebagian, dikurangi gajinya, dan semacamnya.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berharap PHK merupakan jalan terakhir yang diambil perusahaan di tengah pandemi corona.

"Saya berharap PHK sebagai jalan terakhir sepanjang masih bisa mempekerjakan mereka dengan mengurangi shift, jam kerja, waktu kerja. Sebagian bekerja, sebagian tidak, itu menurut saya menjadi pilihan," kata Ida dalam keterangan dari Kemnaker, kemarin malam.

Data terbaru nasional hingga Kamis, 16 April 2020, pekerja terdampak corona di sektor formal yang di-PHK ada 229.789 orang. Sementara itu yang dirumahkan ada 1.270.367 orang. Sehingga total pekerja terdampak di sektor formal ada 1.500.156 orang dari 83.546 perusahaan.

Selain itu, sektor informal juga terdampak. Sebanyak 443.760 orang dari 30.794 perusahaan di-PHK. "Total yang terdampak 1,9 juta orang, baik yang di-PHK dan dirumahkan," katanya.

Lebih lanjut, Ida mengatakan jika dibandingkan antara pekerja yang di-PHK dan pekerja yang dirumahkan, memang prosentasenya jauh lebih besar yang dirumahkan. Menurut Ida, kartu prakerja dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.

Dia menjelaskan, awalnya Kartu Prakerja merupakan program pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi. Tapi karena Covid-19, maka skemanya diubah.

Sekarang di Prakerja ada pelatihan dan insentif juga. Selain itu yang diubah juga soal proporsi insentif. Dulu rencananya lebih besar untuk pelatihan. Sekarang lebih besar untuk insentif.

"Saya berharap temen-temen yang dirumahkan atau di-PHK bisa memanfaatkan kartu prakerja ini," katanya.

Ida menegaskan insentif tersebut diberikan secara tunai. "Insentif bentuknya cash, jadi insentif diberikan selama 4 bulan," kata Ida.

Dilansir laman Prakerja, insentif terdiri dari 2 macam, yaitu insentif pelatihan, yang besarannya Rp600.000/bulan (selama 4 bulan), insentif survei keberkerjaan sebesar Rp50.000/survei (akan ada 3 survei).

Setiap pemegang kartu prakerja nantinya hanya bisa menerima sekali bantuan seumur hidup. Selain insentif, mereka juga mendapat biaya pelatihan yang besarnya Rp1 juta dalam bentuk saldo. Itu bisa digunakan untuk ikut pelatihan yang tersedia di Prakerja berkali-kali hingga saldo habis.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 22:11 WIB

Tempe H Farkhan Sejak 1969, Harganya Pernah 1 Ringgit di Jombang

Feature

Usaha tempe berusia 51 tahun di Jombang, Jawa Timur.

07 Aug 2020 22:00 WIB

Foto Penyemprotan Disinfektar Setelah Plt Walikota Medan Positif

Nasional

Plt Walikota Medan Akhyar Nasution positif corona.

07 Aug 2020 21:45 WIB

Pemeriksaan Selesai, Djoko Tjandra Pidah ke Rutan Salemba

Hukum

Djoko Tjandra dipindah menjadi kewenangan Dirjen Pas Kemenkum HAM.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...