Kapal angkut barang melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap yang berasal dari kebakaran lahan gambut, di Pontianak, Kalbar, Kamis 16 Agustus 2018. BNPB menyatakan bahwa dari hasil pantauan satelit per 16 Agustus, terdapat 1.061 hotspot (titik panas) akibat karhutla yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar yang menimbulkan kabut asap di wilayah Kota Pontianak. (Foto: Antara)
Kapal angkut barang melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap yang berasal dari kebakaran lahan gambut, di Pontianak, Kalbar, Kamis 16 Agustus 2018. BNPB menyatakan bahwa dari hasil pantauan satelit per 16 Agustus, terdapat 1.061 hotspot (titik panas) akibat karhutla yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar yang menimbulkan kabut asap di wilayah Kota Pontianak. (Foto: Antara)

Sekolah di Pontianak Diliburkan karena Asap Kebakaran Hutan

Ngopibareng.id Timur Indonesia 20 August 2018 09:41 WIB

Pemerintah Kota Pontianak, mulai Senin 20 Agustus meliburkan aktivitas belajar dan mengajar dari tingkat PAUD, TK, dan SD hingga 26 Agustus mendatang, karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin tebal dan mengganggu kesehatan.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji melalui media sosial, Minggu malam, mengintruksikan kepada sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak, agar meliburkan aktivitas belajar dan mengajar, karena semakin buruknya kualitas udara di Pontianak, dampak dari Karhutla tersebut.

"Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sehubungan dengan kondisi udara di Kota Pontianak sangat buruk, maka saya instruksikan untuk meliburkan anak sekolah mulai dari PAUD, TK, SD mulai tangal 20 hingga 26 Agustus, dan masuk kembali tanggal 27 Agustus 2018," kata Sutarmidji melalui media sosial.

Kemudian, menurut dia, untuk SMP/sederajat masuk kembali atau belajar kembali pada 24 Agustus 2018.

Sementara itu, Yudi salah seorang guru di Kota Pontianak membenarkan, aktivitas sekolah di Pontianak diliburkan karena dampak asap yang semakin tebal tersebut.

"Memang dampak asap dalam sepekan terakhir sangat terasa sekali dan sangat mengganggu aktivitas di luar rumah, sehingga ketika akan keluar rumah harus menggunakan masker," katanya.

Dari pantauan di lapangan, sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB jarak pandang di jalan cukup pendek sehingga bagi pengendara sepeda motor maupun roda empat harus berhati-hati.

"Kabut asap juga menyebabkan sulit bernapas, dada terasa sesak, serta mata terasa perih saat membawa kendaraan roda dua, meskipun sudah menggunakan masker dan helm yang ditutup," kata Masdar salah seorang warga Kecamatan Pontianak Utara. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

15 Nov 2020 09:45 WIB

Gempa Guguran 59 Kali Disertai Asap Putih di Merapi

Warta Bumi

Pengamatan berlangsung sepanjang Jumat.

23 Oct 2020 12:40 WIB

Greenpeace: Hutan Seluas Belanda Terbakar di Indonesia

Nasional

Sepertuga kebakaran terjadi di lahan perusahaan sawit dan kertas.

14 Oct 2020 18:28 WIB

Warga Lereng Gunung Klotok Diedukasi Kebakaran Hutan

Jawa Timur

Warga lereng kaki Gunung Klotok dilibatkan dalam pemadaman kebakaran hutan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...