Sekarang, Kemendikbud Miliki Gedung Pusat Arsip Baru

25 Feb 2019 21:40 Nasional

Menteri Pendididikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meresmikan Pusat Arsip Kemendikbud, di Ciketing, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019.

Mendikbud mengatakan kearsipan sangat penting, terutama dalam merawat dokumen-dokumen dan sejenisnya jangan sampai terkena bakteri, jamur, dan hama lainnya.

"Bakteri bisa menyebabkan rusaknya arsip, maka diperlukan kepedulian dalam perawatan arsip-arsip tersebut," kata Muhadjir.

Dengan adanya pusat arsip, lanjut Mendikbud, menunjukkan kepedulian yang tinggi Kemendikbud dalam menjaga dan menyelamatkan dokumen dan sejenisnya agar tetap terjaga keberadaannya.

"Sangat luar biasa Kemendikbud memiliki gedung arsip dengan luas 4 hektar. Ini upaya kita dalam menjaga dan menyelamatkan dokumen dan sejenisnya yang harus diarsipkan, seperti naskah-naskah kuno, dan sebagainya," katanya.

Muhadjir berharap, dalam pengarsipan, Kemendikbud juga dapat melakukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi.

"Perkembangan teknologi informasi menuntut perkembangan penanganan kearsipan yang lebih efisien, praktis, dan sederhana, serta cepat dan mudah diakses. Arsip-arsip bisa dikomputerisasikan dengan teknologi cloud computing," katanya.

Lanjut Muhadjir, jika tidak bisa disimpan secara komputerisasi, maka bisa disimpan di-microfilm. "Dengan perkembangan tersebut, saya mohon para petugas kearsipan bisa meningkatkan kemampuannya, terutama dalam menyongsong era digital," kata Mendikbud.

Dengan adanya gedung pusat arsip ini, kata Mendikbud, para arsiparis yang ada di Kemendikbud dapat mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dimiliki tersebut.

"Penyelenggaraan kearsipan yang tertib merupakan prasyarat penting bagi terciptanya kinerja organisasi yang baik dan bersih," katanya.

 

Kepala Arsip Nasional RI (ANRI), Mustari Irawan, memberikan apresiasi kepada Kemendikbud telah memiliki pusat arsip.

"Kami sampaikan selamat kepada Bapak Menteri dan seluruh jajaran yang sudah memiliki pusat arsip atau yang biasa kami sebut record center yang sangat luas dan representatif. Barangkali kalau dibandingkan dengan kami, Pusat Arsip Kemendikbud ini jauh lebih luas dan lebih besar," kata Irawan.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan ANRI, Kemendikbud memperoleh nilai sebesar 81,90 atau dalam kategori baik.

"Tentu saja kami berharap bahwa yang baik ini akan terus meningkat menjadi sangat baik. Salah satu indikasi untuk memperoleh nilai sangat baik yaitu adanya pusat arsip ini,” katanya.

Irawan menambahkan, Kemendikbud secara rutin menyerahkan arsip statisnya ke ANRI bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei.

"Kami sering menerima arsip-arsip itu. Saya kira nanti juga banyak arsip yang penting yang bisa disampaikan kepada kami, khususnya yang terkait dengan kebijakan-kebijakan Bapak Menteri selama menjabat. Ini merupakan suatu kebijakan yang harus diselamatkan dan disimpan di tempat kami,” katanya.

Berdirinya pusat arsip ini, kata Irawan, mempunyai fungsi sebagai penyimpan arsip inaktif yang diciptakan dari seluruh unit kerja yang ada di Kemendikbud sebelum diserahkan ke Arsip Nasional sebagai arsip statis yang akan disimpan selama-lamanya (arsip permanen).

 

"Oleh karena itu, melihat gedung ini dan area yang sangat luas, saya percaya bahwa ke depannya pengelolaan arsip di lingkungan Kemendikbud akan semakin lebih baik lagi," ujarnya. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini