Gubernur Ganjar Pranowo menerima kunjungan kehormatan Dubes India untuk Indonesia Mr. Pradeep Kumar Rawat dlm rangka Investasi India di Jateng dan potensi kerjasama untuk obat dan vaksin covid-19 di Ruang Kerja Gubernur, Selasa 4 Agustus 2020. (Foto: Ist/Ngopibareng.id)

Sejumlah Perusahaan India akan Investasi di Jateng

Nusantara 04 August 2020 12:49 WIB

Potensi kawasan industri Jawa Tengah mulai dilirik dunia internasional. Terbaru, sejumlah perusahaan India tertarik untuk investasi di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia, Mr Pradeep Kumar Rawat saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa, 4 Agustus 2020. Dalam pertemuan itu, Pradeep mengatakan banyak perusahaan asal India tertarik investasi di Jawa Tengah.

"Saya datang ke sini untuk melihat situasi sekaligus melihat bagaimana kita bisa bekerja sama. Selain untuk melihat penanganan COVID-19, kami juga tertarik untuk investasi di Jawa Tengah, khususnya di perusahaan obat," kata Pradeep.

Pradeep menerangkan, ada banyak kesamaan antara India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Untuk perusahaan obat, banyak produk herbal dari Jawa Tengah yang bisa dimanfaatkan untuk obat, seperti jahe, kunyit, temulawak dan lainnya.

"Kami ingin menjajaki itu, dan kami harap kerja sama ini bisa segera terealisasi. Saat ini, sudah ada satu perusahaan obat asal India yang ada di Jawa Tengah, tepatnya di Semarang," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membenarkan ketertarikan India untuk investasi ke Jawa Tengah. Salah satu yang sudah siap adalah perusahaan obat.

"Dia tertarik investasi dan mencari area di Jawa Tengah bagi perusahaan di India. Ternyata sudah ada kerjasama dengan Biofarma, jadi kalau ini dikembangkan dan membuat pabrik baru di Jawa Tengah, ini tentu bagus," kata Ganjar.

Ganjar melihat ada keseriusan India untuk investasi di Jawa Tengah. Sebab dari pemaparan yang dilakukan, Dubes India sudah paham beberapa kawasan industri yang disiapkan Jawa Tengah.

"Dia tahu kawasan industri Brebes, Kendal dan Batang, dan dia cari area di sana. Mudah-mudahan ini bisa masuk apakah di Kendal atau Batang dalam waktu pendek. Karena dua lokasi itu yang memang sudah kami siapkan. Meski ini baru tawaran, tapi saya langsung minta dinas terkait menindaklanjuti," terangnya.

Selain soal investasi, pertemuan itu lanjut Ganjar juga membahas beberapa hal, termasuk teknologi informasi, kesehatan, pendidikan dan pertanian. Yang menarik lanjut Ganjar, ternyata India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan.

"Ternyata rempah-rempah kita itu mirip dengan India. Sehingga, kalau produk pertanian herbal atau empon-empon bisa dikembangkan, kerjasama ini akan menarik," pungkasnya.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Sep 2020 02:45 WIB

Nyai Nur Ismah, di Antara Perempuan-Perempuan Penjaga Al-Quran

Khazanah

Putri ulama lengedaris KH Abdullah Salam dari Kajen Pati

22 Sep 2020 00:59 WIB

MAMA 2020 Digelar Virtual 6 Desember

ngopiK-pop

MAMA 2020 digelar virtual di Korea Selatan.

22 Sep 2020 00:40 WIB

Gedung Baru Agensi BTS Mewah

ngopiK-pop

Gedung baru Big Hit Entertainment, agensi BTS, mewah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...