Sejumlah Driver Ojol Gruduk Grahadi, Ini Tuntutannya

13 Jul 2018 17:33 Surabaya

Ratusan driver online menggeruduk Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam aksinya, mereka menyampaikan beberapa aspirasi yang ditujukan ke Pemerintah Provinsi dan perusahaan aplikasi mereka.

Komunitas dan paguyuban ojek online (ojol) yang tergabung dalam Presidium Jatim Online Bersatu menyampaikan kepada Pemprov Jatim, beberapa tuntutannya:

1. Selesaikan dan sahkan pergub payung hukum driver online R2
2. Tolak aplikator menjadi perusahaan transportasi online
3. Hijaukan zona merah layanan transportasi online
4. Pemerintah harus tegas sebagai regulator transportasi online

"Kami datang untuk menagih pergub untuk roda dua," kata humas koordinator aksi, Daniel Lukas Rorong, di gemui di depan Grahadi, 13 Juli 2018, sore.

Ia mengatakan, pada Desember tahun lalu, Pemprov mengaku tengah menyusun draft Pergub berkaitan aturan tentang angkutan roda dua. Itu dilakukan menyusul belum adanya peraturan yang mengatur keberadaan angkutan berbasis aplikasi roda dua.

"Sejak Desember tahun lalu Pemprov mengaku membuat draft pergub, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya," kata dia.

Selain pada Pemprov, mereka juga menyampaian tuntutannya pada perusahaan aplikasi tempat ia bekerja, baik Gojek maupun Grab. Salah satunya adalah permasalahan marak ojol yanng di-suspend.

"Kalau Pemprov tidak bisa menghadirkan perwakilan aplikator di sini, kami akan datangi perusahaan aplikasi di Surabaya ini," kata Daniel.

Saat proses mediasi, pihak pendemo pun menjunjuk 15 orang untuk bertemu dengan pihak Pemprov sebagai perwakilan. "Mereka akan menyuarakan tuntutan kami. Salah satunya, sistem suspend yang semena-semena,"  kata Daniel.

Ia menyayangkan, banyak dari driver yang di-suspend tanpa adanya alasan yang jelas. Bahkan ketika ditanyakan langsung di kantornya, pihak aplikator tidak dapat menjawab kesalahan yang telah diperbuat. Mungkin seperti berlaku curang atau menolak order.

"Jawabannya, hanya by system. Begitu saja, itu tindakan yang semena-mena" ujarnya.

Ia menuntut kepada perusahaan aplikasi terkait transparansi sistem suspend ini. Ia juga diminta untuk membuka kembali driver yang menjadi korban suspend tidak jelas. (frd)

Penulis : Farid Rahman


Bagikan artikel ini