Sehari Pasca Pencoblosan, Anggota DPRD ‘Bolos Massal’

18 Apr 2019 20:27 Jawa Timur

Diduga sibuk dengan rangkaian Pemilu Legislatif sehari sebelumnya, rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo diwarnai “bolos massal” anggota DPRD.

Dari sebanyak 45 anggota DPRD setempat, hanya 7 anggota DPRD yang datang dalam rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakabpro) ke-273, Kamis, 18 April 2019.

Rapat yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo lantai III itu dipimpin Wakil Ketua DPRD, Musayyib Nahrawi. Politisi PKB itu pun sampai meminta maaf kepada hadirin saat membuka rapat paripurna.

“Kami mewakili DPRD memohon maaf sebelumnya. Soalnya, rapat ini yang mengundang legislatif tetapi justru sebagian besar legislatif tidak hadir,” ujar Musayyib.

Musayyib pun berterus terang, ketidakhadiran sebagian besar anggota DPRD diduga terkait gawe besar Pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019. Soalnya, banyak anggota DPRD (petahana) yang kemudian maju lagi sebagai calon legislatif dalam Pemilu 2019.

“Kalau mereka sudah bingung memikirkan suaranya, mungkin mereka tidak ingat lagi kalau sekarang diundang rapat paripurna,” ujar Musayyib. Ungkapan wakil ketua DPRD itu pun disambut ketawa bersahutan hadirin yang sebagian besar didominasi eksekutif.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD, HA. Timbul Prihanjoko engganberkomentar soal “bolos massal” anggota DPRD. Politisi PDI Perjuangan itu mengaku, hal itu bukan wewenangnya untuk berkomentar.

“Bukan wewenang saya untuk mengomentarinya. Silakan bertanya kepada Wakil Ketua DPRD saja,” ujar Timbul saat dicegat sejumlah wartawan usai rapat paripurna DPRD.

Sebelumnya fenomena “bolos massal” anggota DPRD itu juga terjadi di Kota Probolingggo. Sekitar sepuluh hari menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 tepatnya, Senin, 8 April 2019 lalu, separo lebih anggota DPRD Kota Probolinggo tdiak datang saat sidang paripurna.

Saat itu, dari 30 anggota DPRD di Kota Bayuangga yang hadir hanya 12 anggota. Dengan kata lain, sebanyak 18 anggota tidak hadir alias absen.

Diduga “bolos massal” anggota DPRD itu karena mereka sibuk berkampanye. Soalnya, sebagian anggota DPRD petahana juga kembali menjadi caleg dalam Pemilu 2019. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini