Sehari Jelang Sidang, Dhani Sepi Kunjungan

18 Feb 2019 16:03 Hukum

Jelang menghadapi sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot', terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo ternyata sepi dari kunjungan keluarga maupun kuasa hukumnya.

Salah satu petugas Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo mengatakan tak ada satupun orang yang membesuk kader partai Gerindra tersebut, Senin 18 Februari 2019 hari ini.

"Nggak ada. Katanya istri sama anaknya mau datang tapi sampai jam segini (13.00 WIB), sampai layanan tutup juga gak ada," ujar seorang petugas rutan yang tak mau disebutkan namanya.

Dhani, kata dia kini sedang menjalani masa pemindahan penahanan sementaranya di sebuah sel di Blok D, Rutan Medaeng.

"Dia di sel sekarang, sudah dipindah dari sel masa pengenalan lingkungan (mapenaling), di Blok D," kata dia kepada ngopibareng.id 

Sementara itu, salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Aziz Fauzi mengatakan, pihaknya saat ini sedang bersiap untuk menjalani sidang lanjutan, Selasa 18 Februari 2019, esok.

"Kami dan ketua tim penasihat hukum Bang Aldwin sedang bersiap menjalani sidang besok," kata Aziz saat dikonfirmasi.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, R Anton Widyopriyono ini berisi agenda lanjutan yaitu replik dari jaksa penuntut umum atas eksepsi yang telah disampaikan oleh penasihat hukum Dhani. 

Dalam perkara ini Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE.

Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan 'idiot' saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

Kini suami Mulan Jameela itu tengah menjalani masa pemindahan penahanan sementara di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

Ia akan tetap mendekam di Rutan Medaeng tersebut, hingga perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' tuntas dipersidangkan. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini