Ketua Rabithah Alawiyah, Habib Zein bin Smith. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Sebutan Habib Terdegradasi di Masyarakat, Ini Penjelasan Rabithah

Khazanah 31 May 2019 04:06 WIB

Rabithah Alawiyah, wadah habib se-Indonesia, merespons situasi Indonesia terkini di mana sebagian masyarakat kadang bisa terprovokasi untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum. Rabithah Alawiyah juga menanggapi terkait penyebutan istilah habib yang dinilai salah kaprah.

"Makna kata habib adalah seseorang yg dicintai dalam masyarakat Indonesia, kata habib disematkan pada seorang yang memiliki ketersambungan silsilah dengan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Siti Fatimah Azzahra RA, yang di masyarakat menjadi tokoh yang dituakan, dengan ciri memiliki adab dan sopan santun, serta memiliki dasar keilmuan, serta selalu mengajak ke kebaikan di setiap tempat di mana beliau berada," kata Ketua Rabithah Alawiyah, Habib Zein bin Smith.

Karena itu, tidak semua yang memiliki ketersambungan silsilah yang dimaksud bisa diberikan sematan habib.

"Saat ini telah terjadi degradasi sebutan habib di masyarakat," demikian pernyataan Rabithah Alawiyah yang diterima Redaksi ngopibareng.id, Kamis 30 Mei 2019.

Rabithah Alawiyah meminta siapapun yang terlibat dalam kerusuhan harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Mereka juga mendorong aparat untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengayomi masyarakat.

"Kami meminta kepolisian RI dan aparat keamanan yang lain, menjunjung tinggi HAM, menghindari tindakan represif, dan mengedepankan pendekatan persuasif serta melakukan pembinaan terhadap anggotanya untuk mengayomi masyarakat," ujar Habib Zein bin Smith.

"Kami meminta kepolisian RI dan aparat keamanan yang lain, menjunjung tinggi HAM, menghindari tindakan represif, dan mengedepankan pendekatan persuasif serta melakukan pembinaan terhadap anggotanya untuk mengayomi masyarakat," ujarnya.

Wadah habib se-Indonesia ini juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para korban kerusuhan 21-22 Mei 2019. Rabithah meminta semua pihak tidak terprovokasi.

"Saling menghormati pilihan politik dan mengedepankan tata cara yang baik dalam mensikapi perbedaan yang ada. Semoga Allah SWT selalu mencurahkan rahmat-Nya dan melindungi negara yang kita cintai," ujarnya.

Sebelumnya, aksi yang digelar di depan kantor Bawaslu pada 21-22 Mei 2019 berujung ricuh. Sejumlah orang menjadi korban akibat kerusuhan itu.

Polisi sudah menangkap ratusan pelaku yang terlibat dalam kerusuhan. Selain itu, ada beberapa orang yang ditangkap terkait penyelundupan senjata dan rencana pembunuhan para pejabat. Namun aktor utama di balik kerusuhan itu belum terungkap.

Di luar kejadian itu, ada juga peristiwa pembakaran Polsek Tambelangan di Sampang, Madura. Polisi sudah menahan sejumlah tersangka dan memburu 5 oknum habib yang diduga terlibat.

Pembakaran terjadi pada Rabu, 22 Mei 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan.

Massa selanjutnya melempari mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 20:56 WIB

Ini Daftar Wilayah Terdampak Gangguan PDAM DKI Jakarta

Nasional

PDAM DKI gangguan pasokan air karena perbaikan pipa.

07 Aug 2020 20:22 WIB

Siap-siap Tampung Air, Pasokan PDAM DKI Jakarta Gangguan

Nasional

PDAM DKI Jakarta gangguan Sabtu malam hingga Minggu pagi, 8-9 Agustus 2020.

05 Aug 2020 18:19 WIB

Ini Daftarnya; 29 Kantor di Jakarta Ditutup Akibat Corona

Nasional

26 kantor ditutup tiga hari, 3 kantor ditutup karena melanggar protokol.

Terbaru

Lihat semua
08 Aug 2020 00:43 WIB

Instagram Reels ala TikTok

Teknologi dan Inovasi
08 Aug 2020 00:23 WIB

Hoak Video Ledakan Rudal di Beirut

Internasional
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...