Seblang Olehsari Suguhan Banyuwangi di Momen Idul Fitri 

08 Jun 2019 06:25 Event

Ada saja Banyuwangi itu. Ada saja kiat untuk membahagiakan orang. Menyenangkan wisatawan di momentum lebaran. Setelah mengarak Barong Ider Bumi, giliran Seblang Olehsari yang ditebarkan pesonanya, Jumat 7 Juni 2019.

Tradisi ini langsung jadi buruan wisatawan.  Para bule, juga wisatawan domestik yang dibawa serta saat mudik.

Seblang, ritualnya ini sangat unik. Sangat khas. Apalagi, penarinya menggunakan mahkota dari untaian daun pisang dan aneka bunga. 

Seblang menari minta berpasangan
Seblang menari, minta berpasangan.

Seblang Olehsari, orang Banyuwangi, biasa menyebutnya Omprok. Abdullah Azwar, Bupati Banyuwangi, mengatakan, tradisi ini tiada duanya. Dia menjadi trademark Banyuwangi selain Tari Gandrung.

"Kalau boleh saya katakan, ritual adat Seblang Olehsari ini merupakan salah satu trademarknya Banyuwangi. Ini selalu dinantikan setiap tahunnya,” kata Bupati Anas.

Tradisi Seblang yang digelar tiap awal Syawal ini dipercaya ‎bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk. Ritual menarinya unik. Sangat tak biasa.

Penarinya menari dalam kondisi kerasukan arwah leluhur. Penarinya harus gadis muda. Lakonnya perempuan yang ditunjuk leluhur melalui mediasi makhluk halus.

"Kalau boleh saya katakan, ritual adat Seblang Olehsari ini merupakan salah satu trademarknya Banyuwangi. Ini selalu dinantikan setiap tahunnya,” kata Bupati Anas.

Gadis yang telah “ditunjuk” ini akan menari-nari dengan mata tertutup di pentas bundar mengikuti iringan musik tradisional Banyuwangi. Ritualnya, digelar selama 7 hari berturut-turut. Dimulai pukul 14.30 hingga menjelang Maghrib.

Untuk tahun ini, penari Seblang yang ditunjuk tetuah warga Olehsari, sama dengan tahun sebelumnya. Namanya, Susi Susanti. Dua tahun ini, Susi ditunjuk sebagai penari Seblang.

Ritual Seblang diawali dengan selamatan di empat titik. Dua di antaranya makam sesepuh desa setempat, Ki Buyut Ketut dan Ki Buyut Cilik.

Ritual puncaknya bukan main. Penari Seblang digiring ke arena. Setelah sang pawang mempersembahkan sesaji, sang penari mulai kesurupan. Dengan alunan gamelan khas, penari menari berkeliling arena berbentuk bulat.

Oleholeh kenangan untuk sanak sodara di negara sebrang
Oleh-oleh kenangan untuk sanak sodara di negara sebrang.

Dua orang pengiring ikut mendampingi penari. Selama menari, puluhan gending khusus berbahasa Using dilantunkan oleh para ibu.

“Ini sudah tradisi turun-temurun. Konon sudah dimulai sejak tahun 1930-an,” kata Bupati Anaz lagi.

Tradisi ini kaya makna. Kaya cerita. Di akhir tarian, penari Seblang membagikan bunga yang ditancapkan pada lidi. Biasanya disebut dengan Kembang Dermo. Kembang Dermo ini diyakini bisa mendatangkan kemakmuran bagi yang memilikinya. (idi)

Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini