Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Royal WeddingSebelum Dinikahi Pangeran Harry, Meghan Markle Menguasai Etiket Kerajaan Inggris

19 May 2018 12:20

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Usai bertunangan dengan Pangeran Harry pada November 2017, kehidupan Meghan Markle pun berubah.

Dimulai pada awal Januari lalu, Meghan menghapus akun Facebook, Twitter, dan Instagram miliknya. Sebagaimana anggota keluarga Kerajaan Inggris lain, Meghan nantinya akan berkomunikasi dengan publik lewat media sosial resmi kerajaan.

Usai bertunangan, perubahan sikap Meghan semakin kentara. Wanita lulusan Universitas Northwestern ini semakin sering mengikuti kegiatan kerajaan. 

Kabarnya, Meghan mengikuti kursus etiket kerajaan. Ahli dan pelatih etiket asal Inggris, William Hanson, berpendapat Meghan banyak belajar dari calon kakak iparnya, Kate Middleton. 

“Menurut saya, sebagai orang yang paling baru menikah dengan anggota keluarga kerajaan, Kate akan banyak membantu Meghan,” ungkap dia.

Pangeran Harry, Meghan Markle dan Kate Middleton, istri Pangeran William. foto: Cosmopolitan.

Tampaknya benar. Februari lalu, Meghan mempraktikkan cara duduk ala Kate yang dikenal dengan istilah duchess slant. Cara duduk dengan memiringkan kedua kaki ke salah satu sisi ini diterapkan Meghan ketika terlibat dalam acara resmi kerajaan waktu itu.

Yang juga dipelajari Meghan Markle adalah cara memberi hormat kepada Ratu Elizabeth II. Setiap kali bertemu Ratu, Meghan wajib merendahkan tubuh sambil menyilangkan salah satu kaki ke belakang, diistilahkan dengan curtsy. Tak terkecuali ketika di hari pernikahannya nanti. 

Untungnya, Meghan telah menguasai curtsy. Wanita dengan tinggi badan 170 cm ini tertangkap kamera melakukannya dengan sempurna di hadapan Ratu pada perayaan Natal 2017 lalu.

Tak kalah penting etiket makan dan minum teh, tradisi yang lekat dengan kerajaan Inggris. Meghan kali pertama mengikuti acara minum teh bersama Ratu Oktober lalu di Istana Buckingham.

Banyak yang percaya Meghan Markle  sudah piawai menerapkan etiket yang berlaku di kerajaan, tak heran berdasar jajak pendapat lembaga kajian British Future yang berbasis di London pada April lalu, 8 dari 10 warga negara Inggris bisa menerima Meghan Markle sebagai putri pertama kerajaan dari etnis minoritas di Inggris.

"Postur tubuhnya menunjukkan rasa percaya diri, kontak matanya, memperlihatkan ia ada di tingkat yang sama dengan keluarga kerajaan," ungkap Myka Meier, Founder Beaumont Etiquette, Pakar etika kerajaan seperti dilansir dari Aol.com.

Meghan terlihat punya sikap tenang di samping Pangeran Harry, Kate Middleton, dan Pangeran William. Ketika berjalan beriringan, ia tidak menaruh tangan di bagian perut.

“Padahal menaruh tangan di perut adalah tanda seseorang gugup dan menenangkan diri dalam kondisi tertekan,” ujar Meier. (*)