Niko Azhari Hidayat, dr, SpBTKV(K)VE FIHA saat menunjukan 3 aplikasi kesehatan yang ia buat, Jumat, 1 November 2019 di ruang kerjanya Rumah Sakit Universitas Airlangga. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Edukasi Soal Pembuluh Darah, Niko Azhari Ciptakan Aplikasi Mobile

Kesehatan 01 November 2019 20:01 WIB

Peduli dengan informasi kesehatan, terutama bidang vascular (pembuluh darah) membuat Niko Azhari Hidayat, dr.SpBTKV(K)VE FIHA menginisiasi adanya web 'Vascular Indonesia'. Dalam web ini menaungi tiga aplikasi kesehatan yaitu:

  1. Varises Indonesia

Dokter yang juga merupakan dosen Fakultas Kedokteran Umum Universitas Airlangga ini mengatakan, aplikasi pertama yang ia buat ini diluncurkan pertama kali pada 25 November 2017.

"Varises banyak diderita oleh kaum wanita, biasanya mereka merasa malu kalau ingin bertanya pada teman atau saudara tentang kondisi ini. Aplikasi ini dibuat untuk memberikan edukasi dan informasi kepada penderita varises," ungkap dokter lulusan Universitas Udayana Bali ini.

  1. AV Shunt Indonesia

Niko menjelaskan, aplikasi ini ditujukan untuk para pasien cuci darah yang membutuhkan tentang informasi operasi untuk menyatukan pembuluh darah arteri dan vena.

"AV shunt adalah sambungan buatan antara pembuluh darah arteri dan vena yang dibuat oleh bedah vaskular. Sehingga memudahkan pasien hemodialisis saat akan melakukan cuci darah. Jadi, tenaga medis akan mudah menemukan denyut pembuluh darah," jelas dokter yang besar di Surabaya ini.

Niko Azhari saat menunjukan salah satu aplikasi yang ia buat Foto PitangopibarengidNiko Azhari saat menunjukan salah satu aplikasi yang ia buat (Foto: Pita/ngopibareng.id)

3. Kaki Diabet Indonesia

Kaki Diabet Indonesia merupakan aplikasi ketiga yang ia buat dan baru akan diluncurkan pada 14 November 2019 nanti. Niko mengungkapkan, ketiga aplikasi ini memiliki banyak fitur seperti artikel kesehatan dan konsultasi dengan dokter ahlinya.

"Ketiga aplikasi yang saya buat ini semuanya fokus pada penyakit-penyakit tertentu, yaitu bidang saya vascular," terangnya.

Menurutnya, bukan fasilitas kesehatan saja yang dibutuhkan masyarakat. Komunikasi dengan dokter mengenai penyakitnya justru lebih penting.

"Biasanya pasien hanya bisa mendapatkan informasi saat berada di ruangan dokter saja. Dengan aplikasi ini saya ingin membalik itu semua bahwa komunikasi dan konsultasi dengan dokter bisa dilakukan dimana saja," kata Niko.

Setiap harinya menurut Niko, ada sekitar 20 sampai 30 pertanyaan yang masuk pada aplikasi yang ia inisiasi ini, dan semuanya akan dijawab oleh Niko sendiri kurang lebih dalam kurun waktu 24 jam.

Semua aplikasi ini bisa diakses secara gratis melalui Play Store. Sedangkan untuk aplikasi varises Indonesia bisa juga diakses melalui Apps Store.

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Jan 2020 11:10 WIB

5 Aplikasi Kebugaran, Hidup Sehat di 2020

Kesehatan

Olahraga dengan giat bisa dilakukan di rumah dengan aplikasi mobile.

20 Nov 2019 17:32 WIB

RSUD Dr. Soetomo Luncurkan Aplikasi Sikedu Untuk Pegawai

Kesehatan

Tujuan aplikasi ini dibuat untuk mempermudah urusan pegawai

27 Mar 2019 22:56 WIB

My Ners Tawarkan Layanan Kesehatan di Rumah, Tapi...

SapaDokter

Salah satu perusahaan start-up berbasis teknologi untuk layanan kesehatan baru saja meluncurkan aplikasi perawatan pribadi, My Ners.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...