Test rapid yang diadakan Dinas Kesehatan Kota Surabaya diNyamplungan Gang 4 Kelurahan Ampel, Rabu kemarin. (Foto:Ngopibareng/m.anis)

Sebanyak 46 Warga Ampel Ditest Rapid, 28 Diantaranya Positif

Surabaya 28 May 2020 14:02 WIB

Warga Kelurahan Ampel, khususnya di Nyamplungan Gang 4 Kecamatan Semampir, rabu kemarin menjalani Rabu pagi menjalani Rapid Test.

Ada 46 warga Nyamplungan Gang 4 yang dites, hasilnya sangat mengejutkan. Sebanyak 28 orang dinyatakan reaktif atau positif, atau sekitar 61 persen.

Sumber Ngopibareng.id di Pemkot Surabaya juga mengaku terkejut pada hasil tes warga Kelurahan Ampel ini, meskipun hasil ini belum tentu mengindikasikan yang bersangkutan positif COVID-19.

"Tetapi hasil lebih dari 50 persen itu cukup mengkhawatirkan. Sepertinya di Surabaya belum pernah ada, lebih dari setengah warga yang dites hasilnya positif. Karena itu perlu ditindak-lanjuti hasil tes dari warga di Kelurahan Ampel ini," kata sumber yang tak bersedia disebut namanya ini.

Rabu kemarin diadakan Pemkot Surabaya mengadakan test rapid untuk warga Nyamplungan Gang 4. Ini adalah test rapid pertama yang diselenggarakan di Keluarahan Ampel, yang masuk wilayah Kecamatan Semampir.

Selama ini, di Kelurahan Ampel hanya tercatat 6 orang penderita COVID-19. Beberapa diantaranya meninggal dunia. Dibanding dua kelurahan lain di Kecamatan Semampir yaitu Kelurahan Wonokusumo dan Sidotopo, Ampel termasuk rendah penderita covid. Tetapi dari hasil tes terhadap warga Nyamplungan Gang 4 kemarin, yaitu dari 46 warga yang dites, 28 diantaranya dinyatakan reaktif posiitif, Dinas Kesehatan perlu perkembangan di lapangan ini.

Memang, rapid test tidak bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh seseorang. Oleh karena itu, rapid test yang dilakukan kemarin tidak bisa menjadi patokan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19.

Rapid test COVID-19 dilakukan untuk hanya mendeteksi apakah di dalam darah seseorang terdapat antibodi IgM dan IgG yang bertugas melawan virus, atau tidak. Kedua antibodi ini diproduksi secara alami oleh tubuh ketika seseorang telah atau pernah terpapar virus corona.

Melalui pemeriksaan tersebut akan terdapat dua kemungkinan hasil, yakni positif dan negatif. Jika hasil rapid test positif, maka ada 4 kemungkinan yang sedang terjadi, yaitu:

1. Seseorang itu sedang mengalami infeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dan daya tahan tubuh Anda sedang melawannya.

2. Seseorang itu sudah lama terinfeksi SARS-CoV-2 dan daya tahan tubuh masih berjuang melawannya.

3. Seseorang itu pernah terinfeksi SARS-CoV-2, namun daya tahan tubuh telah berhasil melawannya.

4. Seseorang itu terinfeksi virus lain yang berada dalam keluarga virus Corona, misalnya HKU1 coronavirus yang umum menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.
Akan tetapi, ini semua hanya kemungkinan dan tidak dapat dijadikan dasar diagnosis. Untuk pemeriksaan yang lebih akurat, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode swab dan tes PCR. (nis/alo)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 23:23 WIB

Santri Kembali ke Ponpes, Pemkot Surabaya Gelar Tes Swab

Surabaya

Swab test dilakukan di tiga ponpes di Surabaya.

26 Sep 2020 23:04 WIB

Rossi Resmi Pindah ke Tim Satelit Petronas Yamaha

MotoGP

Rossi bertukar dengan pembalap Fabio Quartararo.

26 Sep 2020 22:51 WIB

Wapres Harap Lulusan STIF Syentra Jadi Cendekiawan Muslim Moderat

Pendidikan

Wapres minta lulusan STIF Syentra jadi cendekiawan muslim yang moderat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...