Salah satu pegawai Pemprov Jatim melakukan rapid test di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat 27 Maret 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Salah satu pegawai Pemprov Jatim melakukan rapid test di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat 27 Maret 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Wartawan dan Pegawai Grahadi Antre Cek Covid-19 Pakai Rapid Test

Ngopibareng.id Reportase 27 March 2020 22:45 WIB

Sebanyak 100 orang yang terdiri dari pegawai pemerintah provinsi, anggota Satuan Gugus Tugas COVID-19 dan wartawan menjalani pemeriksaan rapid test yang dilakukan di Gedung Negara  Grahadi, Surabaya, Jumat 27 Maret 2020 malam.

Pada pemeriksaan uji cepat pertama kali di Grahadi ini nampak peserta uji cepat sangat antusias. Jarum suntik yang awalnya dikhususkan untuk wartawan habis terpakai para pegawai Grahadi yang antre untuk dites.

Ketua Gugus Tugas Rumpun Kuratif, dr Joni Wahyuhadi yang mendengar kabar itu kembali meminta jarum suntuk baru untuk dikirim. Baru, sekitar pukul 19.30 WIB jarum suntik tambahan datang.

Peserta rapid test begitu antusias karena khawatir akan kondisinya yang berisiko setelah bertemu dengan banyak orang.

Secara bergantian, tim medis mengambil darah peserta dengan cara whole blood atau darah utuh dari siku bagian dalam, bukan mengambil darah melalui jari. Setelah itu, darah akan dituang ke alat pelacak dengan campuran reagen.

Di alat itu, ada dua indikator hasil pengecekan yakni huruf C dan T. Jika hasilnya memunculkan sati garis, maka huruf C akan ikut muncul pertanda hasilnya negatif, namun jika muncul dua garis disertai huruf T maka akan dinyatakan positif.

Dengan waktu sekitar 15 menit hasil tersebut sudah bisa tampak dari alat tersebut. Dari hasil yang didapat, 100 peserta tes dinyatakan negatif.

“Ketika sudah keluar hasilnya saya tenang, tapi saya sudah siap menjalankan protokol penanganan covid-19 kalau positif harus seperti apa,” kata Nur Faishal salah satu wartawan.

Sementara itu, dr Joni Wahyuhadi mengaku, rapid test ini dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat, terutama bagi mereka yang berstatus orang dengan resiko (ODR) dan ODP karena pernah melakukan kontak dengan pasien positif atau pernah ke daerah terjangkit.

“Rapid test ini bukan standar diasnostik tapi screening bagi mereka yang ketemu dengan pasien positif, ini dilakukan untuk membuat treatment yang tepat,” katanya.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 06:44 WIB

Menolak Piagam Islam, Ini Sikap Tiga Kelompok Muslim Prancis

Internasional

Dianggap berisiko "melemahkan ikatan kepercayaan"

25 Jan 2021 06:13 WIB

Tolak Jam Malam, Kerusuhan di Belanda Berujung Penjarahan

Internasional

Aksi massa di alun-alun, pusat kota Amsterdam

25 Jan 2021 06:04 WIB

Rahmat Allah Ta'ala Sangatlah Luas, Ini Penjelasan Nabi Muhammad

Khazanah

Dengan rahmat-Nya, mereka saling mengasihi dan menyayangi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...