Permainan Tradisional Jadi Kegiatan LOS SD Muhammadiyah 24

16 Jul 2019 13:40 Pendidikan

Permainan tradisional seperti congklak, bekel, lompat tali, bakiak serta engkle sudah mulai tergerus oleh permainan online di ponsel. Untuk memperkenalkan kembali permainan, SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengajak peserta didik barunya untuk melakukan permainan tradisional di hari kedua kegiatan Layanan Orientasi Siswa (LOS), Selasa 16 Juli 2019.

Tak sedikit anak yang ternyata tidak mengetahui cara bermain permainan tradisional ini. Para ustad dan ustazah pun harus memberikan contoh terlebih dulu. Salah satu siswa, Aqila Alya Nahira mengungkapkan, dirinya baru pertama kali mengetahui permainan congklak yang ia mainkan bersama kawan-kawannya hari ini.

"Tidak pernah main ini sebelumnya, biasanya cuma main sepeda sama HP. Jadi baru tahu permainan ini yang bisa dimainakan ramai-ramai dengan teman," ujar Alya, biasa ia disapa.

Ketua pelaksana LOS SD Muhammadiyah 24 tahun 2019, Anjar Ayu Utami menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan permainana tradisional pada anak yang sudah mulai jarang dimainkan.

"Dari kegiatan ini kami ingin memperkenalkan permainan tradisional dan mengajak anak-anak untuk melakukan permaianan yang menyehatkan. Sebab, mereka bisa bermain dengan bergerak," ungkap guru kelas 5 ini.

Engkle yang dimainkan peserta didik baru di halaman SD Muhammadiyah 24 Surabaya  Foto Pitangopibarengid
Engkle yang dimainkan peserta didik baru di halaman SD Muhammadiyah 24 Surabaya. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Anjar Ayu Utami menambahkan, permainan tradisional seperti ini juga memiliki dampak psikologis yang baik bagi anak-anak dibandingkan bermain dengan gadget.

"Tentunya ini juga akan baik untuk psikologis anak, seperti melatih kerjasama, kreativitas, dan memunculkan sifat pantang menyerah pada anak-anak, dibandingkan bermain gadget  anak hanya berfokus pada satu titik dan lupa lingkungannya," jelas dia.

Lewat kegiatan ini, para peserta didik diharapkan bisa mengenal dan mencintai budaya Indonesia lewat permainan tradisional.

Siswa didampingi ustadzah bermain congklak atau dakon Foto Pitangopibarengid
Siswa didampingi ustadzah bermain congklak atau dakon. (Foto: Pita/ngopibareng.id)
Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini