Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY Ciptakan Lagu di Tengah Pandemi Corona

Musik 11 April 2020 19:17 WIB

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menciptakan lagu berjudul Cahaya Dalam Kegelapan.

Lagu di-posting di akun Instagram almarhumah istrinya, @aniyudhoyono. Tujuan diciptakan lagu ini adalah untuk rakyat Indonesia terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan melawan pandemi corona.

Melalui sebuah video berdurasi enam menit dan 48 detik yang dibagikan di Instagram Ani Yudhoyono, SBY menyampaikan ungkapannya terkait pesan di balik terciptanya lagu ini. Bagaimana kecemasan juga tengah menyelimuti dunia karena corona atau Covid-19.

"Kita cemas, pemerintah dan bangsa bangsa lain juga cemas karena badai corona terus menerjang dunia tanpa ampun, tanpa batas. Saya kerap menyaksikan di tayangan televisi, mereka mereka yang tergeletak di rumah sakit atau tangis-tangis yang pecah di malam hening karena kehilangan orang orang yang sangat dicintainya," katanya dalam video yang diunggahnya.

SBY melanjutkan, sebagai warga dunia, dirinya merasa cemas jika manusia kehilangan harapan seolah Bumi makin gelap tanpa cahaya. Untuk itu, ia membuat lagu ini.

"Ini lagu rakyat, lagu kita semua," tambahnya.

SBY turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Tohpati selaku aransemen musik, Ivan Bandhito yang menggarap video klip serta kedelapan penyanyi.

"Saya tahu memang tidak memudah membuat rekaman secara online namun kita harus mematuhi dan menjalankan protokol anti-corona," katanya.

"Terakhir, lagu ini juga saya persembahkan kepada para sahabat tergolong lanjut usia seperti saya, kita tahu bahwa usia yang seperti inilah yang rawan terhadap virus corona. Mari saling menguatkan semangat dan harapan kita, terima kasih," tambahnya.

View this post on Instagram

Krisis pandemi korona yang melanda dunia, termasuk negeri kita, telah menghadirkan kegamangan dan kecemasan dalam hidup kita. Duka dan kepedihan hati ada di mana-mana, ketika orang yang dicintainya dipanggil Sang Pencipta. Seperti duka dan kegelapan yang saya rasakan ketika kehilangan belahan jiwa beberapa saat yang lalu. Melalui tembang yang saya ciptakan ini, “Cahaya Dalam Kegelapan”, saya ingin berbagi rasa, semangat dan harapan. Insya Allah, ada hari esok yang cerah. Badai pasti berlalu. Lagu ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia tercinta, terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan ~ para pasien serta para dokter dan perawat. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, melindungi dan menyelamatkan para pejuang kemanusiaan, dan kita semua. Mari kita terus bersatu, berbagi dan berikhtiar bersama melawan Covid-19 ini. Dengan pertolongan Tuhan kita bisa. Indonesia Bisa. *SBY* -- Translation: The corona pandemic crisis that has swept the world, including our country, has brought uncertainty and anxiety into our lives. Griefs and heartaches are everywhere when people they love are passing away. Like the sorrow and darkness that I felt when I lost my soulmate just a moment ago. Through this song that I wrote, "Light in Darkness", I want to share my feelings, passion, and hope. God willing, there is a bright tomorrow. Every cloud has a silver lining. I offer this song to my beloved Indonesian people, especially those who are struggling and fighting on the front lines ~ the patients and the doctors as well as nurses. May the most loving God be merciful, protect and save these fighters of humanity, and all of us. Let us continue to unite, share and endeavor together against Covid-19. With God's help, we can. Yes Indonesia Can. *SBY*

A post shared by Ani Yudhoyono In Memoriam (@aniyudhoyono) on

Dalam akun Twitter SBY @SBYudhoyono, ia menuliskan lagu ini untuk  para pasien serta para dokter dan perawat.

Lagu Cahaya Dalam Kegelapan ini ditulis langsung oleh SBY dan dinyanyikan sejumlah musisi Tanah Air, dari Joy Tobing, Sandhy Sondoro, Yuni Shara, Ariyo Wahab, Ita Purnama Sari, Lala Karmela, Andy Rif, sampai Irang Perdana.

Uniknya, proses rekaman para penyanyi ini dilakukan lewat handphone. Begitu pun proses syuting video klip yang mengambil tema busana serba putih ini.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 15:35 WIB

Permintaan Jokowi Turunkan Kurva Tak Terpenuhi, Ini Kata Khofifah

Jawa Timur

Khofifah menjelasan mengapa kurva covid-19 di Jawa Timur tak turun.

09 Jul 2020 15:20 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Operasi Patuh Masker

Surabaya

Bagi warga yang tidak pakai masker akan disanksi penyitaan KTP.

09 Jul 2020 15:10 WIB

Driver Protect, Ojol Surabaya yang Berprotokol Kesehatan Covid-19

Feature

Driver protect hanya menjemput di zona merah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...