SBY Ajak Masyarakat Dukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

09 Sep 2019 21:25 Politik

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengajak, seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang terpilih melalui Pemilu 2019.

"Dalam kapasitas pribadi dan pemimpin Partai Demokrat, saya mengajak Indonesia memberi kesempatan dan dukungan kepada pemimpin dan pemerintahan yang baru agar sukses mengemban amanah rakyat," katanya dalam pidato yang disampaikannya di Cikeas, Senin 9 September 2019 malam.

Kata Presiden RI keenam ini, apabila pemerintah sukses, rakyat akan bahagia. SBY juga menitipkan harapannya kepada Jokowi-Ma'ruf sebagai pemimpin ke depan.

"Saya titipkan harapan kepada Jokowi beserta jajaran pemerintahan agar materi kontemplasi yang saya sampaikan dapat melengkapi agenda kebijakan dan langkah kebijakan oleh negara dan pemerintah mendatang," katanya.

Kata SBY, membangun pemerintahan yang baik merupakan agenda berkesinambungan dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya.

Di samping itu, SBY mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus menjalankan dua nilai fundamental demi merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Tidak ada resep ajaib untuk merawat persatuan dan kerukunan. Kecuali secara sadar menjalankan dua nilai fundamental. Pertama kasih sayang, love, di antara kita dan bukan kebencian," ujar SBY.

"Kedua, rasa persaudaraan, brotherhood yang kuat di antara kita sesama warga Indonesia. Bukan membangun permusuhan di antara masyarakat yang berbeda identitas," kata dia.

SBY menekankan, Indonesia merupakan negara majemuk dari sisi identitas. Mulai dari agama, paham, bahkan aliran politik dan strata ekonomi.

Dilihat secara historis, kemajemukan ini di satu sisi merupakan anugerah dan kekuatan. Namun pada sisi lain merupakan kerawanan, sumber konflik dan kelemahan bangsa. Terlebih tahun-tahun terakhir di mana pesta demokrasi diselenggarakan.

"Terus terang, tahun-tahun terakhir ini kasih sayang dan persaudaraan kita melemah. Sementara jarak permusuhan menguat. Ini lampu kuning. Ini sebuah fenomena dan arus buruk yang sangat membahayakan masyarakat dan bangsa kita," ujar SBY.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk mengambil tanggung jawab menghentikan fenomena ini agar bangsa Indonesia kembali ke jalan yang benar.