Krematorium Keputih Surabaya Melayani Umum

13 Jun 2019 20:42 Nasional

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapeko) Eri Cahyadi, mengatakan Krematorium milik Pemkot Surabaya di Keputih, yang ia resmikan Kamis, 13 Juni 2019, melayani untuk umum. Bukan hanya untuk komunitas tertentu.

Eri yang merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, perlu menjelaskan hal ini sehubungan dengan banyak pertanyaan dari masyarakat, setelah Krematorium Surabaya dipublikasikan Ngopibareng.id.

"Pertanyaan banyak yang datang dari daerah, apakah Krematorium Surabaya melayani jenazah dari luar kota yang akan dikremasi," kata Eri.

Menjawab pertanyaan itu Eri mengatakan, "bisa". Yang penting persyaratan harus dipenuhi.
Syarat itu antara lain foto copy KK dan KTP jenazah yang akan dikremasi atau diabukan, serta
foto copy KK dan KTP ahli waris.

KTP pemohon, foto vopy surat pemeriksaan kematian, surat pengantar dari RT /RW, rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan surat izin pengabuan mayat dari Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA).

Tentang biaya perabuan di Krematorium Surabaya ini dibilang relatif murah, yakni antara Rp 800 ribu sampai Rp 3.300.000, tergantung ketebalan papan yang digunakan untuk peti mati.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Ngopibareng.id di Surabaya, terdapat tiga krematorium, yakni Krematorium Ekapraya di Makam Kembang Kuning, Krematoriun di daerah Sedati dan Krematorium Surabaya di Keputih, yang merupakan satu-satunya Krematorium di Indonesia yang dibangun oleh Pemkot.

"Karena masih baru beroperasi masih perlu sosialisasi, kata Eri.

Perwakilan Komunitas aliran kepercayaan  kepada Tuhan YME saat meninjau Krematorium Surabaya  Foto Asmanungopibarengid
Perwakilan Komunitas aliran kepercayaan kepada Tuhan YME, saat meninjau Krematorium Surabaya. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Sementara petugas pelayanan Sugondo menjelaskan Krematorium Surabaya memberikan pelayanan selama 24 jam.

 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan, pembangunan Krematorium Surabaya ini dilakukan secara bertahap sejak 2014-2019. Dilengkapi fasilitas pendopo, ruang penitipan jenazah.

 

Uji coba pengabuan sendiri telah dilakukan pada 27 April 2019 menggunakan media tulang sapi yang dimasukkan peti kayu, dan hasilnya cukup baik. Di Krematorium ini terdapat tiga unit pengabuan.

 

Upaya pemerintah kota Surabaya membangun Krematorium di Keputih, menggembirakan komunitas aliaran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena bisa melakukan perabuan dengan biaya murah. Bahkan bagi jenazah yang tidak mampu atau meninggal karena bencana alam, digratiskan.

 

Sebelumnya masyarakat termasuk penganut aliran kepercayaan yang menghendaki jenazah keluarganya dikremasi, selalu nenggunakan jasa Krematorium di Kembang Kuning yang biayanya cukup mahal.

 

Ungkapan senada juga dissampaikan perwakilan dari agama Hindu dan Buda yang hadir pada saat peresmian.(asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini