Sabu 6,2 Kilogram dari China, Modus Penyelundupannya Begini

10 Oct 2018 18:02 Kriminalitas

Penyelundupan narkoba terus menjadi perhatian serius polisi. Khususnya yang dikirim dari China, berupa sabu seberat 6,2 kilogram ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Sidoarjo, Rabu 10 Oktober.

Polisi berhasil menangkap dua tersangka, lelaki berinisial AM (41) dan MM (19), pada siang pukul 13.00 WIB, tepatnya di depan ATM BCA Delta Sidoarjo.

Data SatresNarkoba Polrestabes Surabaya, mengungkapkan, sedianya ada 11 paket plastik sabu yang akan dikirim kepada pembeli. Namun, seperti diakui AM dan MM, barang haram itu belum sempat terjual.

Setelah dilakukan pengembangan kasus, SatresNarkoba melakukan penyelidikan di rumah kontrakan AM di Delta Regency Sidoarjo. Di tempat itulah, dijadikan sarang menyimpan paket narkoba itu.

Petugas menbuka koper yang berisi sabu sabu dengan total 62 kg  foto  ocanngopibarengid
Petugas menbuka koper yang berisi sabu sabu dengan total 6,2 kg ( foto : ocan/ngopibareng.id)

Di rumah itulah ditemukan 42 paket plastik berisi sabu dengan berat 6.195,56 gram, dalam satu buah koper.

AM mengakui, seluruh paket sabu didapatnya dari MN. Sebelumnya, ia mengaku tidak pernah bertemu. “Saya hanya berkomunikasi lewat BBM, dan beberapa kali hanya bertemu dengan kurir yang mengantar paket sabu dari MN,” kata AM.

Dikonfirmasi terkait masalah ini, Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan menjelaskan, narkoba ini masuk dari China lewat Riau. Dikirim melalui jalur darat.

"Ya, sistemnya pengiriman pakai kurir," ujar Luki pada ngopibareng.id, di Polrestabes Surabaya, Rabu 10 Oktober 2018.

Dalam penangkapan ini didapat barang bukti 53 paket plastik berisi sabu dengan berat 6.195,56 gram, 1 tas koper, 1 buah timbangan besar, 1 bendel plastik klip kosong.

“Biasanya sabu ini peredaran Surabaya – Bali. Setiap kurir yang bersedia menerima perintah akan mendapat uang Rp10 juta,” kata Luki.

Di tempat sama, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menegaskan, pihaknya telah menyelamatkan 6000 jiwa dari bahaya narkoba.

"Bila 1 gram narkoba ini dikonsumsi 10 orang, berarti kami menyelamatkan 6000 lebih generesi kita dari bahaya narkoba, " pungkas Rudi.

Hingga saat ini MN masih dalam penyelidikan kepolisian. (ocn)

Reporter/Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini