Satgas Anti Mafia Bola Datangi Home Base Madura United, Ada Apa?

09 Oct 2019 15:49 Liga Indonesia

Satgas Anti Mafia Bola wilayah Jawa Timur langsung melakukan aksi terkait kasus dugaan kecurangan wasit, saat memimpin pertandingan antara Madura United melawan Persib Bandung, yang berakhir dengan skor 2-1.

Saat ini Satgas Anti Mafia Bola langsung bertolak ke markas Madura United. Tujuannya menyelidiki permasalahan ini lebih dalam, supaya jelas benar ada kecurangan wasit atau tidak.

Kasatgas Anti Mafia Bola, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gideon Arif Setyawan mengatakan polisi langsung bertolak ke Madura untuk menyelidiki apa yang terjadi. Polisi akan menemui orang-orang yang bisa menjadi saksi dan pihak yang bertanggung jawab atas jalannya pertandingan tersebut.

"Sifatnya belum memanggil, tapi lebih ke kita yang datang ke sumber informasi. Kita juga akan melakukan penyelidikan dari saksi suporter kedua belah pihak dan akan konfirmasi dengan penyelenggara atau perangkat pertandingan," kata Gideon, Rabu 9 Oktober 2019.

Di kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyebut pihaknya baru mengumpulkan keterangan dari beberapa pihak, sehingga belum ada tersangka.

"Terkait perangkat pertandingan kita akan minta keterangan saja," ujar Barung.

Barung berharap, langkah yang dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola yang dipegang oleh pihak kepolisian ini bisa membersihkan sepak bola. Selain itu kata Barung, sepak bola bisa menjadi tontonan yang menghibur, serta menjunjung nilai fairplay.

"Kita harapkan bola ini menjadi tontonan yang fairplay dan mengedepankan sportivitas yang tinggi," imbuh dia.

Barung juga menyarankan pihak yang merasa dirugikan agar segera melaporkan hal ini ke polisi. Nantinya, Barung berjanji akan merampungkan kasus ini hingga tuntas.

Sebelumnya, ramai dugaan kecurangan wasit dalam Laga Madura United melawan Persib Bandung. Dugaan kecurangan ini terkait keberpihakan wasit pada laga yang digelar Sabtu 5 Oktober 2019 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini