Sate Klopo, Bikin Polusi Bikin Perut Keki

08 Apr 2019 09:52 Kuliner

Polusi di mana pun selalu jadi bahan. Bahan omongan. Bahan silat lidah dalam tulisan. Bahan protesan. Terakhir - dan ini yang paling tak terduga - bahan makanan.

Polusi apa itu? Polusi asap dari bakaran sate. Sembarang sate. Bisa sate ayam. Sate kambing. Sate klopo. Sate sapi (Ini jarang ada di Surabaya. Di Jogja cukup banyak, ada juga sate jaran. Jaran itu kuda. Di Kudus, satenya selalu sapi). 

Sate klopo masuk dalam jajaran sate? Iya! Bahan bakunya tetap dari daging kok. Lemak daging persisnya. Lalu di huluk-huluk dengan bumbu terukur dan bertabur dengan parutan kelapa. Kemudian dibakar di atas bara batok kelapa. Kalau sudah dibakar polusinya bukan main. Bisa asap, bisa aroma. Menyebar tak tentu arah, akibatnya bikin perut keki. Berontak, lalu minta pesan dan makan.

Sepiring sate klopo penggugah imajinasi FotoIstimewaHappy Wahyuni
Sepiring sate klopo penggugah imajinasi. (Foto:Istimewa/Happy Wahyuni)

Seorang food stylist keren, Happy Wahyuni, menyebut, di Surabaya polusi asap sate bisa ada di mana-mana. Karena memang buanyak penjual sate di Surabaya. Berbagai macam sate. Termasuk sate klopo. Uniknya, hampir seratus persen penjualnya adalah Buk Madura.

Lalu di mana warga Surabaya-nya? "Mungkin termasuk saya, warga Surabaya hanya jadi penikmatnya. Konsumen sate sejati hahahaha," tawa lebar Happy.

Sate klopo, di mana-mana selalu dijubeli pembeli. Bau asap polusinya beda. Tak hanya sekadar bau daging terbakar dan meruapkan aroma khas. Tetapi asapnya dibarengi sensasi gurih. Bau lemak terbakar yang berhasil berkolaborasi dengan gosongnya parutan kelapa.

Istimewa lagi adalah cara makannya. Bukan piring, melainkan dipincuk. Pincuknya kemudian dialasi dengan daun pisang. Atau, kalau penjualnya berani berkorban agak banyak, pincuknya total dari daun kelapa.

"Wuihhh nikmatnya bukan main. Sensasinya tak terbayang hingga tujuh hari ke depan. Topingnya? Uhuuui toping bisa lebih istimewa lagi, bukan keju, bukan suwiran daging, tapi irisan tipis-tipis bawang merah mentah, trus taburan irisan cabai rawit merah menyala. Kalau perut tak berontak lapar jangan tanya saya ya," tawa dia lagi.

Bakar dengan arang batok kelapa membuat aroma makin berbeda FotoHappy Wahyuni
Bakar dengan arang batok kelapa, membuat aroma makin berbeda. (Foto:Happy Wahyuni)

Entah janjian entah bagaimana, para Buk-Buk Madura penjual sate klopo itu selalu memakai kecap Cap Jeruk. Mereka bilang, kecap ini adalah yang paling cocok kalau dipadu dengan bumbu sate Madura. Kecap dan kacangnya bisa selaras. Tidak jalan sendiri-sendiri.

 

"Terakhir nih, menyantap sate klopo paling nikmat selain dipincuk dan diberi alas daun pisang adalah nasi putihnya ditaburi serundeng Madura. Merah kekuningan. Cantik. Tapi awas, kalau perutnya sensi dengan toping cabe rawit, taburannya jangan banyak-banyak. Bisa berabe," kata Happy Wahyuni Suhadi. (idi)

Reporter/Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini