Sarung Tangan Infus, Permudah Pemasangan Infus ke Pasien Anak

11 Jul 2019 15:43 Teknologi dan Inovasi

Pemasangan infus pada pasien anak-anak terkadang membuat mereka tidak nyaman. Tak jarang beberapa pemasangan infus juga menimbulkan cidera pada tangan anak. Permasalahan inilah yang memberikan ide pembuatan 'Sarang Infus'.

Inovasi ini digagas oleh empat mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), yakni Putri Lisdiyanti, Fatma Aula Nursyifa, Finka Yuanita dan Riskiyatul M.

Sarang Infus merupakan singkatan sarung tangan infus yang memiliki fungsi sebagai penutup atau pelindung infus, atau dapat dikatakan sebagai penganti perban yang membalut infus.

Sarang Infus berbentuk seperti sarung tangan pada umumnya, yang ditengahnya terdapat lubang untuk memudahkan dokter mengobservasi jarum infus. Sarang Infus ini juga dilengkapi dengan fiksasi yang terbuat dari duplex berlapis spons. Menariknya, Sarang Infus ini bergambar tokoh pewayangan agar disukai anak-anak.

"Fungsi dari sarung tangan infus inu adalah melindungi tangan anak agar tidak mudah cedera, sebagai fiksasi, dan mengurangi stres rumah sakit pada anak-anak serta memudahkan perawat untuk mengganti perban," ujar perwakilan tim, Putri Lisdiyanti.

Sarang Infus sarung tangan infus inovasi mahasiswa UMSurabaya Foto Pitangopibarengid
Sarang Infus, sarung tangan infus inovasi mahasiswa UMSurabaya. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Putri Lisdiyanti menambahkan, saat ini Sarang Infus yang ia kembangkan bersama kawan-kawannya sudah memiliki tiga ukuran. Antara lain untuk bayi, toddler (anak yang baru bisa berjalan), dan anak usia sekolah.

"Produksinya saat ini masih kita kerjakan sendiri secara manual dan bergantian. Dimana setiap harinya kita menghasilkan 10 produk Sarang Infus," ungkap mahasiswi S1 Keperawatan UMSurabaya ini. 

Gita Marini S.kep, Ns., M.kes, selaku dosen pendamping menambahkan, dibutuhkan waktu dua tahun untuk untuk riset serta pengembangan Sarang Infus hingga menjadi inovasi seperti saat ini. 

"Ini inovasi generasi ketiga yang dikembangkan mahasiswa selama kurang lebih dua tahun. Jadi ketemu manfaatnya satu-satu dulu sampai menjadi produk yang sekarang ini dengan banyak manfaat," ujarnya.

Gita Marini pun berharap, nantinya produk ini bisa lebih berkembang lagi dari segi desain gambar hingga pemasarannya. 

"Beberapa sudah banyak permintaan untuk menambah pilihan gambar. Produk ini juga sudah mulai dipasarkan dengan harga Rp29 ribu per buah. Kami akan melakukan evaluasi agar harganya juga dapat di cover BPJS," pungkasnya. 

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini