Santri Milenial Siap Berjihad Kawal Kemenangan Jokowi

11 Apr 2019 18:39 Politik

Santri Milenial dan alumni pesantren se Jawa Timur terus melakukan berbagai konsolidasi pemenangan bagi pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin. Setelah pada Minggu, 7 April 2019 mereka menggelar Ngaji Kebangsaan di Surabaya, para santri selanjutnya melakukan berbagai konsolidasi.

Konsolidasi pertama digelar di Malang pada Senin, 8 April 2019, kemudian di Kediri pada Rabu, 10 April 2019 untuk mewakili Mataraman dan hari ini pada Kamis, 11 April 2019 konsolidasi alumni dan santri Milenial dilakukan di Pabrik Gula Jombang Baru, Jombang.

Sejumlah santri dan alumni yang hadir berasal dari beragam pesantren besar di antaranya Alumni Pesantren Lirboyo, dan Ploso Kediri; Pesantren Ann Nur, Malang; Pesantren Langitan, Tuban; Pesantren Sarang, Lasem; beberapa Pesantren dari Probolinggo; Pesantren Salafiyah, Pasuruan; beberapa Pesantren dari Jombang; serta Forum Komunikasi Pendidik dan TP Al Quran, FKDT atau Forum Diniyah Takmiriyah serta Persatuan Guru Ma’arif NU.

“Kenapa kami berkumpul, karena kami ingin berjihad memenangkan Pak Jokowi-Kiai Ma`ruf untuk menjaga marwah Ahlusunnah Wal Jamaah,” kata founder gerakkan santri milenial Ahmad Athoillah.

Kemenangan Jokowi Kiai Ma’ruf adalah harga diri pesantren karena Kiai Ma`ruf adalah bagian dari pesantren. Karenanya dalam pertemuan yang digelar di Aula Pabrik Gula Jombang Baru ini, mereka berikrar untuk menggerakkan santri dan alumni mengawal kemenangan Jokowi-Ma'ruf hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Para Santri dan alumni pesantren akan terus bergerak mensosialisasikan pasangan 01 serta mengawalnya sehingga para pendukung 01 benar-benar bisa menyalurkan suaranya hingga ke TPS.

Mereka akan memastikan seluruh santri di pesantren-pesantren Jawa Timur tidak ada yang kelewatan tidak menggunakan hak pilihannya. Pesantren akan menggerakkan seluruh santrinya ke TPS.

“Jadi nanti di hari Rabu (17/4/2019), pesantren akan menggerakkan santri ke TPS sehingga tidak ada yang kelewatan tidak mencoblos,” ujarnya. (man)

Reporter/Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini