Sandiaga Uno Kutuk Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua

05 Dec 2018 09:56 Nasional

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengutuk keras peristiwa penembakan 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. 

Sandiaga menyebut ia dan calon presiden Prabowo Subianto merasa sangat prihatin atas tindakan, apalagi pembunuhan itu terjadi saat membangun infrastruktur untuk kemaslahatan masyarakat Papua.

"Kami Prabowo-Sandi mengutuk tindakan kekerasan yang terjadi di Papua. Apalagi itu terjadi pada kegiatan infrastruktur yang dibangun untuk kemaslahatan masyarakat. Jadi kami sangat betul-betul prihatin terhadap kejadian ini," kata Sandiaga usai bertemu pengusaha UMKM di Surabaya, Selasa 4 Desember 2018 malam.

Menurutnya, tindakan KKB yang mengakibatkan puluhan nyawa hilang tersebut sangat tidak bisa ditolerir. Ia pun meminta pemerintah untuk segera mencari siapa pihak yang bertanggungjawab dan membawanya ke jalur hukum.

"Kita inginkan ada tindakan tegas dari pemerintah untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab di balik serangan ini, untuk segera di tuntaskan dan dibawa kemeja hukum, karena bagi kita bahwa tidak bisa kita tolorir," kata dia.

Kendati demikian, Sandiaga meminta pemerintah sekaligus mencari jalan tengah demi menyelesaikan konflik yang selama bertahun-tahun ini terus terjadi di Papua. Menurutnya pemerintah dan masyarakat Papua harus duduk bersama mencari akar permasalahannya.

Sandiaga mengatakan dirinya melihat ada satu hal mendasar yang belum juga terselesaikan di Papua. Padahal pemerintah juga sudah memberikan perhatian besar terhadap masyarakat di sana.

“Kita melihat ada suatu hal yang sangat mendasar yang belum terselesaikan, kita sudah memberikan perhatian begitu besar kepada saudara-saudara kita di Papua, tapi mungkin ada rasa keadilan yang perlu kita hadirkan," kata dia.

Sandiaga juga menyebut pemerintah sekarang sudah cukup bagus membangun infrastruktur di Papua, namun untuk menghentikan aksi kekerasan dan konflik yang berkepanjangan, menurutnya pemerintah tidak cukup dilakukan dengan membangun saja.

“Menurut saya ada sesuatu akar permasalahan yang perlu sama-sama kita duduk, kita cari apa apa akar permasalahannya, kita kembalikan rasa keadilan dan kita pastikan bumi Papua itu, menjadi bumi Papua jadi bumi yang damai, maju dan rukun sebagai bagian dari NKRI," pungkasnya. (frd) 

Penulis : Farid Rahman
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini