Usai Kerusuhan 22 Mei, Jl MH Thamrin Depan Bawaslu Masih Ditutup

26 May 2019 15:20 Nasional

Kerusuhan 22 Mei sudah berakhir. Aksi massa menolak hasil Pemilu 2019 sudah mereda. Meski demikian, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, depan gedung Bawaslu RI masih ditutup. Akses jalan ditutup menggunakan kawat berduri dan separator beton.

Pantauan ngopibareng.id di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu 26 Mei 2019, siang, kawat berduri masih membentang dari gedung Bawaslu RI sampai Sarinah. Separator beton membentang di ruang jalan yang mengarah ke Monas.

Kendaraan yang diizinkan melintas hanya ambulans dan mobil dinas aparat keamanan.
Selain itu, petugas Brimob masih berjaga di lokasi. "Siap! Belum ada perintah untuk membongkar barikade ini," ujar seorang anggota Brimob yang berjaga.

Biasanya Jalan MH Thamrin dimanfaatkan untuk car free day (CFD) oleh penggemar olahraga jalan kaki, sepeda sampai pedagang kaki lima. Tapi khusus Minggu ini, hanya pemandangan kawat berduri dan separator beton yang melintang di sepanjang badan jalan hingga trotoar.

Saat ini, gedung Bawaslu RI dijaga satuan Brimob dari Maluku beesenjata lengkap dan tameng pelindung badan. Mereka menyambut dengan ramah masyarakat yang menyalami, bahkan mengajaknya berswa foto.

Pengamanan gedung Bawaslu RI pasca kerusuhan dipercayakan kepada Brimob dari Polda Maluku sebanyak 500 personel, yang bertugas secara bergantian.

"Kami menggantikan teman kami dari Polda Aceh, yang bertugas di Bawaslu sejak 21, 22 dan Mei 2019," ujar seorang prajurit bernama J Ipang.

Tentang adanya anggota masyarakat yang mengajak anggota Brimob berswafoto, dia mengatakan itulah nasib menjadi anggota Polri, kadang dicaci kadang dicintai. "Bagi anggota Polisi itu biasa risiko dari tugas dan tanggung jawab," kata Ipang.

Sementara itu, Jalan Wahid Hasyim sudah bisa dilalui kendaraan. Hingga saat ini, kondisi di depan gedung Bawaslu terpantau kondusif. Di sisi lain, akses jalan di sekitaran gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga masih ditutup. Imbas dari penutupan Jalan Imam Bonjol tersebut, akses menuju bundaran Hotel Indonesia dari Jalan Diponegoro dan Taman Suropati praktis mati. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini