UMAT: KH Ma'ruf Amin di tengah-tengah umat Islam di Jakarta. (foto: ist)

Sambut Seabad NU, Ini 4 Hal Digariskan Kiai Ma’ruf Amin

09 Mar 2018 18:29

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Rais 'Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin mengingatkan, dalam waktu yang tidak lama lagi Jamiyah NU akan memasuki usianya yang ke-100 tahun. Menghadapi era tersebut, Kiai Ma'ruf mengajak seluruh Jamaah NU untuk memperkokoh pondasi atau landasan sehingga Jamiyah NU akan benar-benar kuat.

Dalam rangka penguatan Jamiyah, Ketua Umum MUI ini mengingatkan 4 hal yang harus difokuskan untuk dilakukan sebagai penguatan oleh NU. Empat hal tersebut meliputi penguatan di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Penguatan di bidang dakwah ditujukan  untuk penguatan dan pengamalan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan Fikrah Nahdliyyah.

Hal ini menurutnya sesuai dengan tantangan zaman saat ini dimana mulai bermunculan kelompok tekstualis yang berpatokan pada nash saja.

Penguatan di bidang pendidikan perlu dilakukan sebagai langkah regenerasi kader yang akan meneruskan Jamiyah warisan para ulama ini. Oleh karenanya Kiai Ma'ruf mengingatkan agar warga NU mendidik putera-puterinya di pondok pesantren.

"Kirim putera-puteri kita ke pesantren. Setidaknya satu orang yang paling pintar agar nantinya juga akan menjadi ulama yang pintar," tuturnya, dalam keterangan diterima ngopibareng.id.

Kesehatan dan ekonomi, lanjutnya juga harus diperkuat sebagai bentuk hidmah nahdliyah. NU harus mampu menguatkan arus baru ekonomi Indonesia dengan sistem bottom up (bawah ke atas) bukan top down (atas ke bawah).

Menurutnya sudah terbukti sistem ekonomi top down yang digunakan di era orde baru tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal serupa disampaikan Kiai Ma’ruf Amin, saat memberikan tausiyah kebangsaan pada Konferwil ke-10 PWNU Provinsi Lampung di Pondok Pesantren Darussaadah Lampung Tengah, Kamis (8/3/2018).

"Diharapkan dulu dengan sistem top down ekonomi kuat di atas dan nantinya dapat mengalir ke bawah. Faktanya, jangankan mengalir, netes pun tidak," tuturnya. (adi)