Sambut Hari Anak, Tiga Ribu Lebih Anak se-Pasuruan Lomba Mewarnai

10 Oct 2019 16:18 Ngopibareng Pasuruan

Sebanyak 3500 anak Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Pasuruan mengikuti Lomba Mewarnai, di Lapangan Markas Komando Latihan Korps Marinir (Makolatmar) Grati. Lomba tersebut adalah bagian dari kegiatan dalam rangka peringatan Puncak Hari Anak Nasional tahun 2019 di Kabupaten Pasuruan.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron, Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan Nanik Asnawati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswahyudi, dan jajaran muspicam.

Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Pasuruan disambut dengan dolanan, sebuah permainan anak-anak zaman dulu. Seperti bermain dakon, loncatan, bektor, dan sejenisnya. Setelah itu, dilanjutkan atraksi marching band dan senam penguin yang dilakukan sejumlah anak, guru dan para tamu undangan.

Termasuk Wabup Mujib dan istri yang kompak meniru setiap gerakan yang ada dalam senam pinguin. Namanya juga senam pinguin, hampir seluruh gerakannya seperti pinguin yang berjalan maupun berlenggak-lenggok.

"Yang penting anak-anak bahagia. Tak apalah harus sedikit bergoyang demi bisa membuat anak-anak di sini senang, karena ini adalah harinya mereka," kata Mujib, sembari terus menirukan gerakan pinguin.

Tak butuh waktu lama, senam pinguin itu berakhir. Namun, tampilan dari anak-anak Kabupaten Pasuruan belum usai. Para undangan disuguhkan dengan tarian Mentok dan Tari Kucing Meong yang dipersembahkan oleh anak-anak dan guru HIMPAUDI (Himpunan Anak-Anak Usia Dini) se-Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya, Wabup Mujib mengatakan, sesuai dengan visi misi dan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Pasuruan tahun 2019, maka pembangunan berbasis keluarga dan pendidikan karakter akan menjadi prioriitas. Di dalamnya mengandung beberapa tujuan, yakni untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjamin integritas pendidikan formal dan non formal sebagai wujud afirmasi pendidikan berkarakter.

"Kedaulatan bangsa dimulai dari keluarga. Kemaslahatan bangsa dimulai dari kualitas keluarga. Maka dari itu, pendidikan karakter harus ditanamkan sedini mungkin untuk menguatkan pondasi dari bawah," katanya.

Mujib menambahkan, keluarga merupakan pendidikan yang pertama. Dimana Keluarga mempunyai peran strategis dalam mendukung perkembangan anak untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

"Perkembangan anak dipengaruhi oleh pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga. Selain itu, factor lingkungan dan masyarakat serta satuan pendidikan berperan dalam perkembangan anak.Maka dari itu, di tengah pesatnya teknologi, maka kita harus bisa menjawab semua tantangan," katanya.

Berbagai tantangan dalam pendidikan di era abad 21 diantaranya kemajuan teknologi dan era globalisasi, persaingan antar negara, masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), maupun usia produktif. Seluruhnya membutuhkan strategi untuk menjawabnya, sehingga pendidikan keluarga adalah solusinya.

"Melalui lomba mewarnai diharapkan pelibatan keluarga sangat berperan dalam mendukung terwujudnya keluarga yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi perkembangan anak," ujarnya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)