Warga Palestina melakukan salat hari Selasa 15 Mei sebagai bentuk protes terhadap pembantian yang dilakukan tentara Israel terhadap warga sipil Palestina. Sebanyak warga Palestina meninggal termasuk anak-anak, hari Senin 14 Mei kemarin. (foto: mahmud hams/afp)

Salat Berjamaah untuk 55 Warga Palestina yang Dibunuh Tentara Israel

15 May 2018 15:58

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Warga Palestina melakukan salat saat berunjuk rasa menentang pemindahan kedubes AS ke Yerusalem di perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel pada 14 mei 2018. Sedikitnya 55 warga Palestina tewas dalam insiden ini. 

Pasukan Israel hari Senin 14 Mei kemarin melakukan 'pembantaian' terhadap warga sipil Palestina di sepanjang jalur Gaza setelah pasukan Israel menewaskan 55 warga Palestina, bertepatan dengan peresmian kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Presiden Palestina Mahmud Abbas mengutuk  pembantaian itu dan menyatakan hari berkabung tiga hari, juga mengatakan “AS bukan lagi mediator di Timur Tengah,” dan kedutaan besar baru itu sama saja dengan “pos pemukim Amerika baru” di Yerusalem.

Hamas, gerakan Islam yang menguasai Jalur Gaza, bersumpah demonstrasi akan terus berlanjut.

“Kami menegaskan hari ini kepada seluruh dunia bahwa demonstrasi damai rakyat kami memancing musuh untuk menumpahkan lebih banyak darah,” kata pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya.

Dia menambahkan bahwa unit bersenjata Hamas dan berbagai kelompok militan lainnya “tidak akan diam saja atas kejahatan pendudukan.”

Bentrokan itu, yang juga menyebabkan ratusan warga Palestina terluka, meletus sebelum delegasi Gedung Putih dan para pejabat Israel membuka kedutaan besar tersebut dalam upacara peresmian di Yerusalem dan berlangsung sepanjang hari.

Ini hari paling berdarah dalam konflik Israel-Palestina sejak perang Gaza 2014. (afp/mr/wy/ma)