Anggota keluarga berdoa di samping peti jenazah korban kerusuhan di Rutan Mako Brimob almarhum Briptu Fandy Setyo Nugroho di rumah duka, di Kompleks Polri, Jatirangga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu 9 Mei 2018. Almarhum Briptu Fandy Setyo Nugroho menjadi salah satu korban meninggal akibat insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok. (Foto: Antara)

Salah Satu Korban Kerusuhan Mako Brimob, Tinggalkan Istri yang Sedang Hamil Tua

10 May 2018 05:36

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Salah satu anggota Polri yang menjadi korban tewas dalam kerusuhan di rumah tahanan Markas Korps (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Iptu Yudi Ros Puji, meninggalkan istri yang tengah mengandung.

"Korban mempunyai tiga orang anak dan istri yang tengah mengandung," kata Hasanah, salah seorang tetangga korban Perumahan Bukit Waringin, Tajur Halang, Bogor, Rabu.

Menurut dia kabar meninggalnya Iptu Yudi sebenarnya sudah didengar dari siang hari. Pasalnya pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, keluarga korban didatangi oleh dua orang anggota kepolisian untuk menyampaikan berita duka.

Di sela-sela kedatangan dua anggota kepolisian tersebut, suara tangisan istri korban pecah dan terdengar oleh para tetangga.

Kepergian Iptu Yudi tak hanya membuat kehilangan keluarga korban semata, namun juga para tetangga di kompleks tersebut.

Iptu Yudi dikenal sebagai pribadi yang baik dan dikenal suka menolong. Dan terakhir kali bertemu korban pada Senin 7 Mei, saat hendak berangkat berdinas.

Hasanah juga menuturkan para tetangga Iptu Yudi sempat turut mempersiapkan berlangsungnya doa bersama dan tahlil di rumah duka mendiang, namun kabar berikutnya menyebutkan jenazah langsung dibawa dimakamkan di kampung halamannya di Bumiayu, Jawa Tengah.

"Tadi, saya dapat informasi dari keluarga yang berkata kalau jenazah tidak dibawa ke rumahnya, tapi langsung dibawa ke kampungnya di Jawa Tengah," katanya.

Kabar tersebut diketahui pada pukul 16.00 WIB. Sedangkan Istrinya pada saat itu sedang mendampingi korban di RS Polri Kramatjati, Jakarta.

Setelah itu pada pukul 16.30 WIB, korban langsung dibawa ke kampung halamannya guna di semayamkan pada keesokan harinya.

Hasanah menuturkan selain dikenal sebai pribadi yang baik, Iptu Yudi termasuk salah satu penghuni lama komplek Perumahan Bukit Waringin.

"Saya masuk tahun 2011 dia sudah ada. Namun ternyata Allah berkehendak lain, semoga amal ibadahnya selalu menyertainya," katanya. (ant)