Salah Kaprah dalam Menuntut ilmu, Ini Pesan Kiai

19 Oct 2018 10:14 Islam Sehari-hari

Seiring dengan derasnya arus globalisasi dan modernisasi, berkembang pula beragam penemuan dan inovasi, mulai dari mengais materi sampai pada ranah thalabul ilmi (menuntut ilmu).

“Dewasa ini, banyak kita temukan dari beberapa kalangan yang ingin menghasilkan sesuatu dengan cara instan. Baik dalam hal makanan, sampai pada segi menambah wawasan,” tutur Ustadz Ilham Zubair Nawawie, juru dakwah dari Wiyung Surabaya, pada ngopibareng.id.

Berikut tausiyah lengkapnya:

Menghasilkan sesuatu dengan cara instan tersebut mungkin masih bisa dimaklumi jika bukan dalam rangka mencari ilmu yang tujuannya untuk menjawab ketidak tahuan yang terdapat dalam dirinya. Misalnya mencari jawaban suatu hal yang musykil dalam agama dengan cara browsing lewat Hadhratussyaikh KH.M. Google bin Medsos.

Di zaman now hal seperti ini merupakan suatu yang salah kaprah, tapi sudah menjadi lumrah. Lantas apakah tindakan menuntut ilmu lewat medsos dengan cara browsing melalui Mbah Google dibenarkan? Jawabannya tidak.

Untuk lebih jelasnya, mari kita merujuk pada dawuh Allah swt:

فاسئلوا اهل الذكر ان كنتم لاتعلمون

"Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang berilmu, jika kamu tidak mengetahui".

"Umat akan selalu ada dalam kebaikan selagi mereka masih belajar ilmu dari orang-orang tua (ulama) mereka".

Secara konstektual ayat tersebut bisa disimpulkan, bahwa jika ada hal yang tidak kita ketahui, baik dalam aspek ibadah maupun mu'amalah, maka yang harus kita lakukan adalah bertanya kepada orang yang ahli ilmu. Bukan lantas bertanya kepada Mbah Google yang tidak jelas dari mana sumbernya.

Tindakan menghasilkan sesuatu yang instan seperti browsing melalui google guna memperoleh suatu jawaban, merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dan menyimpang dari tuntunan agama.

Oleh karenanya, jika ada hal musykil yang belum kita ketahui, maka hendaknya kita bertanya kepada orang yang ahli ilmu, sehingga kita tidak salah kaprah, tidak tersesat, dan tentunya juga akan mendapatkan jawaban yang valid. Sebaimana dawuh Kanjeng Rasul:

لاتزال امتي بخير مااخذواالعلم عن اكابرهم (اخرجه ابونعيم في الحلية)

"Umat akan selalu ada dalam kebaikan selagi mereka masih belajar ilmu dari orang-orang tua (ulama) mereka".

Wallahu a'lam bisshawab. (adi)