Sakit Gigi, Dhani Minta Dirujuk ke Rumah Sakit

Hukum 03 April 2019 23:26 WIB

Terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' Ahmad Dhani Prasetyo mengeluh sakit gigi. Ia pun mengajukan pembantaran kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, untuk pengobatan giginya.

"Yang mulia, gigi saya harus segera diobati, di Medaeng tidak bisa, saya memohon untuk diizinkan ke Rumah Sakit," kata Dhani, kepada majelis hakim, usai persidangan, di Ruang Cakra PN Surabaya, Selasa 2 April 2019 kemarin.

Ini adalah kali kedua Dhani memohon ke Majelis Hakim, sebelumnya hal serupa juga pernah ia sampaikan ketika persidangan pekan lalu. Namun ternyata Dhani belum di rujuk ke rumah sakit.

Ketua Majelis Hakim Anton Widyopriyono lalu mengabulkan pembantaran Dhani yang ingin mengobati sakit giginya ke salah satu rumah sakit di Surabaya.

"Permohonan kita kabulkan. Tapi sepanjang (berobat) itu di Surabaya. Kalau ke Jakarta kami enggak mengizinkan," kata Anton.

"Saya juga terus terang enggak mau ke Jakarta, karena saya lagi sibuk kampanye yang mulia," jawab Dhani disambut gelak tawa pengunjung di dalam ruangan persidangan.

Kendati demikkan, tanggal pembantaran belum ditentukan. Dhani memohon agar pengobatannya dilakukan Senin-Selasa pekan depan, lantaran menyesuaikan jadwal dokter.

Sementara itu, Ketua Tim kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian Megantara mengatakan bahwa sakit gigi kliennya, memang kerap kambuh saat penahanan sementara di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

Aldwin pun meminta agar pembantaran Dhani bisa dilakukan demi kesehatan, sebab peralatan medis di Rutan Medaeng, disebut tak memadai untuk menangani sakit yang diderita Dhani.

"Dia sakit giginya itu kambuh kadang kumat kadang enggak. Dia harus diperiksa dan memang tidak ada peralatan khusus di Rutan Medaeng mesti keluar berobat, tidak memadai" kata Aldwin, saat dikonfirmasi, Rabu, 3 April 2019.

Aldwin memastikan bahwa pembantaran kliennya itu tak memerlukan waktu yang lama, dan hanya berjalan beberapa jam saja, dan masih berada di dalam kota Surabaya.

"Masih di Surabaya artinya dirujuk dari Rutan Medaeng dirujuk ke rumah sakit di Surabaya, cuman sehari aja, jam-jaman ada keluar rutan terus balik lagi ke sini (medaeng)," ucapnya.

Sebelumnya, Dhani juga diketahui tengah menderita sakit asam urat. Namun, Aldwin mengatakan saat ini sakit asam urat Dhani berangsur membaik.

"Itu juga sama, kadang kumat kadang sembuh. Sekarang dia menjaga makan. Biasanya dia sering makan pecel itu. Karena banyak yang ngirim pecel, naik terus asam uratnya," pungkasnya. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Jun 2020 19:53 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Tiga Jabatan

Jawa Timur

Adalah jabatan Wakapolda Jatim, Irwasda dan Kapolrestabes Surabaya

01 Jun 2020 14:47 WIB

Polresta Sidoarjo Tambah Kampung Tangguh di Perbatasan Surabaya

Jawa Timur

Surabaya menjadi wilayah zona merah yang menulari wilayah sekitarnya.

29 May 2020 17:59 WIB

Soal Kampung Tangguh, Mabes Polri Tinjau Langsung ke Malang

Jawa Timur

Angka penyebaran Covid-19 turun dengan adanya Kampung Tangguh.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...