Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Halal Bihalal virtual di PBNU Jakarta. (Foto: dok pbnu)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Halal Bihalal virtual di PBNU Jakarta. (Foto: dok pbnu)

Said Aqil Ungkap Makna Nasionalisme di Mata Kiai Hasyim Asy'ari

Ngopibareng.id Khazanah 12 June 2020 07:14 WIB

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, nasionalisme di Indonesia lahir dari hati seorang mukmin, yakni Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Saat itu Mbah Hasyim mencetuskan ungkapan heroisme yang sangat terkenal yaitu Hubbul wathan minal iiman (nasionalisme bagian dari iman).

"Kalau di Indoensia, di kita ini nasionalis religius," kata Kiai Said, Jumat 12 Juni 2020.

Menurut Kiai Said, Indonesia merdeka atas kegigihan perjuangan banyak pihak, termasuk para kiai dan santri. Dari kalangan santri, Fatwa Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari menjadi pelecut semangat santri dalam melawan penjajah.

"Membela tanah air kata Kiai Hasyim Asy'ari wajib, fardlu 'ain. Bagi penduduk radius 80 km dari Surabaya wajib angkat senjata, tidak pandang bulu, levelnya, atau derajatnya semua wajib melawan dengan senjata. Di luar radius 80 KM mendukung apa yang mereka miliki," terangnya.

Lebih lanjut Kiai Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jagakarsa, Jakarta Selatan itu mengatakan bahwa santri berperang melawan penjajah dengan senjata apa adanya. Banyak santri yang meninggal, termasuk santri yang membunuh Brigjen Mallaby, yakni seorang santri dari Pesantren Tebuireng bernama Harun.

Perjuangan santri kemudian diakui pemerintah dengan menetapkan pada 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Kiai Said menyampaikan terima kasih atas apresiasi pemerintah kepada santri.

"Tanpa pengorbanan santri, tanpa Resolusi jihad KH Hasyim Asy'ari, barangkali sejarah Indonesia berbeda dengan yang ada sekarang," kata Kiai Said.

Kiai Said Aqil Siroj mengungkapkan hal itu, pada acara Halal Bihalal virtual bersama Keluarga Besar TNI dan Polri, Selasa, 9 Juni 2020.

Dalam kesempatan itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memuji keterlibatan Nahdlatul Ulama dalam menangani pandemi virus Corona atau Covid-19. Menurut panglima, langkah dilakukan NU sangat konkret.

"Langkah NU memitigasi bahaya Covid-19 melalui pesantren-pesantren, masjid, majelis taklim, adalah hasil nyata kepedulian terhadap kemaslahatan umat. Di samping itu, peran Asosiasi Rumah Sakit NU, dokter NU, serta Satgas NU Peduli Covid-19 sangat membantu upaya pemerintah melawan pandemi," kata Panglima TNI.

Hal serupan diakui Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. Menurutnya, kontribusi NU sangat membantu institusinya dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kapolri berharap, komunikasi dan sinergitas yang selama ini terbangun antara Polri, TNI, dan NU tetap terjaga.

"Kami menyadari bahwa tanpa bantuan dari para kiai, para warga Nahdliyin, tentu tugas-tugas kami di TNI-Polri tidak akan bisa lancar," kata Kapolri.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Dec 2020 23:00 WIB

Perkuliahan Tatap Muka Dimulai Januari, Ini Syaratnya

Nasional

Mahasiswa boleh meminta kelas daring.

02 Dec 2020 22:35 WIB

Jelang PON Papua, KONI Jatim Minta Dukungan Anggaran Gubernur

Lain-lain

Puslatda Jatim masuki babak final.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...