Masjid Nabawi di Madinah al-Munawaroh.

Ramadhan Bersarung ManggaSaat Ramadhan, Begini Nikmat Spiritual di Madinah

17 May 2018 12:37

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

“Alhamdulillah, kami setiap tahun berangkat ke Tanah Suci setiap awal Ramadhan,” kata Ustadz Taufik Mukti, pembimbin ibadah Umrah di Surabaya pada ngopibareng.id.

Atas permintaan ngopibareng.id, Ustadz Taufik Mukti, tour leader Umrah dan Haji dari IBS Tour and Travel, memberikan pengalaman khusus atas kenikmatan spiritual beribadah di tempat Rasulullah SAW dimakamkan, Madinah al-Munawarah. Berikut lengkapnya:

Momen yang tak akan terlupakan dalam perjalanan saya & bagi umat Islam lainnya yang ditakdir oleh Allah bisa menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan di kota Madinah al-Munawwarah, khususnya di Masjid Rasulullah SAW atau Masjid Nabawi.

Rutinitas setiap hari selama bulan suci Ramadhan saat adzan Maghrib berkumandang ribuan kaum Muslimin berbuka puasa bersama baik di dalam maupun di pelataran Masjid Nabawi. Ahlul Madinah/penduduk Madinah setempat saling berlomba-lomba membagikan makanan berupa kurma, roti, segelas teh dan kopi untuk takjil di masjid tersebut.

Di saat seperti ini sekat-sekat status sosial tidak lagi menjadi ukuran, tak ada perbedaan ras, ketampanan – kecantikan juga dikesampingkan, yang ada adalah ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama Muslim.

Tak ada yang lebih indah dari itu, selain berbagi sesama, kebeberapa anak muda penduduk setempat saya perhatikan mondar-mandir sibuk menyiapkan makanan. Sebagian juga mengambil air zam-zam dengan gelas-gelas plastik yang sudah disiapkan untuk memuliakan para tamu Allah, yang menunaikan ibadah di masjid yang indah itu.

Tatapan mata serta senyumnya yang ramah seakan mengobati haus & lapar. Mereka membagi kurma segar yang dibawa dari rumahnya untuk disedekahkan kepada setiap orang.

Begitulah seharusnya sikap orang Muslim lainnya yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Sungguh kenikmatan puasa Ramadhan di Madinah sangat menakjubkan.

Seiring dengan perkembangan zaman, Masjid Nabawi yang sampai saat ini masih mengerjakan pembangunan perluasan sangat berbeda pada masa-masa Rasulullah (seperti yang saya baca di beberapa buku sejarah Islam) baik dari segi penataan kota Madinah, bangunan gedung tinggi di sekitar masjid, maupun kondisi Masjid Nabawi yang sudah diperluas oleh Raja Abdul Aziz Ibnu Saud pada tahun 1952 dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1984 oleh Raja Fahd Saudi Arabia.

 

Keistimewaan Masjid Nabawi di masa kini dibanding masjid lain di belahan dunia yaitu fasilitas terbaik yang diberikan kepada jamaah yang melakukan ibadah di dalamnya :

1. Terdapat 27 kubah elekronik yang dihiasi relief bertahta batu pyrus yang sangat indah, yang bisa dibuka dan ditutup dengan ukuran 18 x 18 m yang berfungsi untuk pengaturan sirkulasi udara di dalam masjid.

2. Ada AC raksasa yang letaknya terpisah dari masjid sekitar 7 km di sebelah barat, hawa dingin yang dihasilkan sistem ini dialirkan melalui pipa bawah tanah dan didistribusikan ke seluruh masjid melalui bawah di setiap pilar yang berjumlah sekitar 2.104 buah.

3. 674 lampu Kristal pilihan yang tidak membiaskan panas, disusun dengan kerangka berlapis emas yang secara khusus di pesan dari Italia, produsen Kristal yang terkenal di Eropa.

4. Ratusan payung raksasa, hasil perpaduan arsitektur modern & teknologi canggih yang dapat terbuka & tertutup secara otomatis yang diatur oleh sistem computer serta melalui batangnya di pasang AC secara otomatis pula memancarkan air kabut dingin.

5. Tempat parkir basemen seluas 73.500 m2 di bawah bangunan masjid yang bisa menampung sekitar 4.500 mobil, juga areal pelataran masjid yang diperkirakan bisa menampung 500.000 jama’ah yang melakukan sholat, yang lantainya terbuat dari granit terbaik dan masih banyak lagi fasilitas yang dimiliki Masjid Nabawi.

Di samping itu di dalam masjid di sudut sebelah timur terdapat makam Nabi (pusara Nabi Muhammad SAW) yang dahulu dinamakan Maqshurah, semasa Rasulullah SAW di tempat itu terdapat dua rumah yaitu rumah beliau dengan Sayidah Siti Aisyah & rumah Sayidina Ali dengan Sayidah Siti FatimahAz-Zahrah, namun setelah Rosulullah SAW wafat pada tahun 11H (632 M), rumah Nabi SAW dibagi menjadi dua, yaitu bagian arah kiblat (sebelah selatan) untuk makam beliau dan sebelah utara untuk tempat tinggal Sayidah Siti Aisyah, sejak tahun 678 H / 1279 M di atasnya dipasang kubah hijau (green dome) sampai sekarang.

Selain makam beliau terdapat pula makam kedua sahabat beliau yaitu Sayidina Abu Bakar Asshidiq & Sayidina Umar bin Khattab RA, di sebelah utaranya terdapat Raudhah posisinya diantara mimbar khotbah & makam beliau, yang ditandai dengan pilar marmer putih dengan ornament khas & karpet berwarna hijau dengan ukuran 22 M x 15 M. Tempat ini kelak setelah kiamat benar-benar akan dipindahkan ke surga oleh Allah SWT & menjadi bagian dari Taman Surga yang hakiki.

Demikian sekilas gambaran Masjid Nabawi di Madinah yang terkenal keindahannya di dunia & keutamaannya bagi kaum Muslimin yang melakukan shalat di dalamnya. *

Ustadz Taufik Mukti bersama KH Sholeh Hayat dari Bangil, Pasuruan. (foto: Taufik Mukti for ngopibareng.id)