Saat Berjibaku Tertibkan Jamaah, Begini Aksi Banser

15 Jun 2019 21:56 Nasional

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sayap organisasi Gerakan Pemuda Ansor selalu tampil terdepan dalam setiap even yang dihelat Nahdlatul Ulama, tokoh agama, pesantren, bahkan termasuk menjaga rumah ibadah pada even-even tertentu.

Di Kota Pekalongan sendiri, Banser sudah memiliki agenda tetap untuk ikut ambil peran mengamankan kegiatan-kegiatan keagamaan termasuk majelis kliwonan yang diasuh Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Fatkhurrahman, dikutip ngopibareng.id, dari NU Online Sabtu 15 Juni 2019 menuturkan, dalam setiap even kliwonan dirinya menerjunkan personel Banser lebih dari 100 anggota. Hal ini dilakukan mengingat yang hadir hingga ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Selain mengamankan lokasi acara, Banser juga mengamankan Habib Luthfi dari serbuan jamaah usai acara yang ingin bersalaman dengan Ketua Forum Ulama Sufi Dunia itu.

"Banser hadir tidak hanya mengamankan lokasi kegiatan saja, akan tetapi juga melindungi Habib Luthfi dari serbuan jamaah yang ingin bersalaman dengan beliau," ujarnya.

Dikatakan, bahkan demi tertibnya jamaah, Banser kadang harus berjibaku dengan pengunjung agar tetap tertib dan tidak berdesak desakan. "Tidak hanya di even kliwonan hal ini kami lakukan, tapi juga di even even lain yang menghadirkan massa seperti open house, maulidurrasul, dan pengajian malam Rabu di Kanzus Sholawat Pekalongan kami selalu hadir tanpa harus diminta," ungkapnya.

Kegiatan Jumat Kliwon merupakan acara rutin selapanan yang dihelat Habib Luthfi. Dari tahun ke tahun jamaah yang hadir terus meningkat, tidak hanya dari Pekalongan dan sekitarnya. Akan tetapi dari berbagai daerah di Jawa dengan rombongan mobil maupun bis. Bahkan dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan juga ada yang hadir.

Bagi mereka yang hadir di majelis kliwonan, Habib Luthfi adalah tokoh ulama yang menyejukkan. Taushiyahnya yang selalu ditunggu tunggu dapat menyejukkan hati, tidak provokatif, selalu mengajak persatuan dan persatuan untuk kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (nuo)

"Banser hadir tidak hanya mengamankan lokasi kegiatan saja, akan tetapi juga melindungi Habib Luthfi dari serbuan jamaah yang ingin bersalaman dengan beliau," ujar Fatkhurrahman.
Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini