Para pendukung yang marah dari seorang kandidat yang kalah membakar pesawat penumpang di Dataran Tinggi Papua Nugini. Foto: facebook/David and Anna Wissink.

Rusuh, Papua Niugini Umumkan Keadaan Darurat

18 Jun 2018 14:45

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Papua Niugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan ketertiban setelah para perusuh terus mengamuk dan membakar. Demikian pernyataan pemerintah seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/6/2018).

Massa marah akibat keputusan pengadilan untuk membatalkan petisi terhadap pemilihan Gubernur William Powi pada 2017, di tengah kekhawatiran korupsi.

Massa dilaporkan membakar rumah Powi dan gedung pengadilan lokal di Mendi, ibu kota provinsi Southern Highlands. Demonstran juga menghancurkan sebuah pesawat milik maskapai nasional di bandara. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut. Maskapai Air Niugini menyebut, awak pesawat Dash 8 itu berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke Port Moresby, Papua Niugini.

Air Niugini mengeluarkan pernyataan mengonfirmasi pesawatnya telah dirusak. “A Link PNG (anak perusahaan maskapai) DHC-8 pesawat terlibat dalam kerusuhan sipil di bandara Mendi, Provinsi Dataran Tinggi Selatan hari ini menyusul keputusan petisi pemilu,” kata perusahaan itu.

Air Niugini mengatakan penumpang dan awak pesawat turun dari pesawat sehingga tidak ada korban jiwa.

“Pesawat mengalami kerusakan ketika perusuh menyerbu , dan National Airports Corporation juga telah menutup bandara,” demikian pernyataan maskapai penerbangan.

Perdana Menteri Peter O’Neill mengatakan Papua Niugini telah mengumumkan keadaan darurat selama sembilan bulan di Provinsi Southern Highlands, dan menghentikan sementara pemerintahnya.

Tindakan orang yang merusak properti di Mendi telah membuat jijik bangsa, kata O’Neill di situsnya seperti dikutip dari Reuters.

Polisi akan menyelidiki setiap agitator, dan setiap orang yang terlibat dalam kerusuhan, imbuhnya.

Lebih dari 200 pasukan Pasukan Pertahanan Papua Niugini diterbangkan ke kota Gunung Hagen. “Mereka yang terlibat akan ditahan oleh polisi dan diadili,” ancam O’Neill.

Pemerintah menyatakan kekerasan sering terjadi seperti konflik suku dan tanah di pedalaman negara pasifik yang kaya sumber daya alam itu.