Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2000-2005, Syafii Maarif. (Foto: md for ngopibareng.id)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2000-2005, Syafii Maarif. (Foto: md for ngopibareng.id)

Rumah Tangga Muhammadiyah Tak Dimasuki Urusan Perbedaan Politik

Ngopibareng.id Politik 11 June 2019 03:11 WIB

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2000-2005, Syafii Maarif mengatakan, perbedaan pilihan politik pasca Pemilu 2019 tidak boleh dibawa sampai ke rumah tangga Muhammadiyah.

“Muhammadiyah ini rumah tangga yang asli, perbedaan pilihan politik jangan dibawa-bawa ke sini (Muhammadiyah),” ucap Buya Syafii dalam silaturahim Syawal Keluarga Besar Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta, belum lama ini.

Buya berharap masalah integrasi nasional jangan sampai rusak oleh Pemilu, Pileg, karena hal itu merupakan agenda lima tahunan yang biasa dihadapi.

“Pemilu, Pileg, itu sudah menjadi agenda rutin, jangan karena hal itu lantas bangsa ini menjadi terpecah-pecah,” tegas Buya Syafii.

Di balik masalah Pemilu, ketimpangan sosial di masyarakat sesungguhnya masih sangat terasa. Salah satu penyebabnya dikarenakan, Pancasila yang diakui sebagai dasar negara, dan ideologi negara belum dipedomani secara utuh sejak Indonesia merdeka.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, politik itu penting, namun jangan sampai karena perbedaan pilihan dan pandangan politik membuat kita menjadi retak, dan bahkan keretakan itu terabaikan dengan akumulasi persoalan-persoalan yang lain.

“Kuncinya ada di hati kita,” ucap Haedar.(adi)

“Muhammadiyah ini rumah tangga yang asli, perbedaan pilihan politik jangan dibawa-bawa ke sini (Muhammadiyah),” ucap Buya Syafii Maarif.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Dec 2020 06:35 WIB

KPAI Soroti Persiapan Infrastruktur Pembelajaran Tatap Muka

Nasional

Jangan sampai sekolah jadi klaster baru corona.

01 Dec 2020 06:01 WIB

IDI: 180 Dokter Meninggal Dunia, Patuhi Protokol Kesehatan 3M

Rek, Ojok Angel Tuturane

Data IDI menyebutkan 180 dokter meninggal terpapar virus corona.

30 Nov 2020 17:00 WIB

Update Covid Indonesia: 4.617 Infeksi, Jumlah Orang Dites Turun

Reportase

Jakarta melaporkan infeksi lebih dari seribu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...