Rumah dinas Walikota Blitar yang berada di jalan Sudanco Supriadi No.18, Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar tampak sepi, Kamis, 7 Juni 2018. (Foto: ngopibareng.id)

Rumah Dinas Wali Kota Blitar Digeledah KPK

07 Jun 2018 01:42

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kini tengah menggeledah Rumah Dinas Wali Kota Blitar yang berada di jalan Sudanco Supriadi No.18, Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar.

Pantauan Ngopibareng.id, di halaman rumah itu terparkir dua buah mobil avanza berwarna putih yang ditumpangi para penyidik Lembaga Anti Rasuah itu, Kamis, 7 juni 2018.

Dua orang petugas kepolisian dengan senjata laras panjang sedang berjaga. Satu petuga berjaga di pintu gerbang, sementara satu lagi berjaga lebih dekat di pelataran rumah dinas.

Selain itu, terlihat juga 5 orang yang berada di pos penjagaan, namun tak terlihat begitu jelas, karena kondisi yang gelap. Sayangnya, awak media tak diizinkan untuk mendekati rumah dinas.

Sementara itu, informasi dari sebuah sumber, dalam OTT kali ini KPK telah menggelandang 5 orang dari Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung.

Di Kota Blitar info yang didapat ada Wali Kota Samanhudi Anwar. Sementara dari Kabupaten Tulungagung ada Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Sutrisno.
Sisa tiga orang pejabat yang kena OTT hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Dari Sutrisno, KPK berhasil mengamankan 2 kardus uang pecahan seratus ribuan dan lima puluh ribuan. Total nilai uang yang ada di dua kardus itu kurang lebih Rp 2 miliar.

Sutrisno, ini dikabarkan memang salah satu pejabat paling tajir di lingkungan pemkab Tulungagung. Ia juga memiliki hubungan baik dengan Bupati non aktif Sahri Mulyo dan Pjs Bupati Jariyanto.

Saat ini Sutrisno selain menjabat Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya juga menjadi pelaksana tugas Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Tulungagung. (wit/ans/frd)