RS Wiyung. (Foto: Andhy/Ngopibareng.id)

Dituduh Paksa Labeli Pasien Covid-19, RS Wiyung: Itu Fitnah

Surabaya 21 July 2020 14:48 WIB

Humas RS Wiyung, Angelia Merry mengatakan tuduhan terhadap Rumah Sakit Wiyung terkait pelabelan pasien covid-19 melalui cuitan akun twitter @BalqisRrzq tersebut adalah hoax.

"Berita tersebut tidak benar. Itu fitnah dan mencemarkan nama baik kami (RS Wiyung),” kata Angelia, saat dikonfirmasi Ngopibareng.id, Selasa, 21 Juli 2020.

Angelia menambahkan, pihak manajemen RS Wiyung saat ini telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

"Kami sesuai dengan apa yang sudah disampaikan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) bahwa tuduhan itu tidak benar," katanya.

Angelia menambahkan, pasien yang dimaksud dalam cuitan tersebut memang dinyatakan positif Covid-19. Hasil itu berdasarkan pemeriksaan laboratorium RS Soetomo. Pasien berinisial H tersebut, kondisinya saat ini sudah sembuh alias negatif.

"Jadi pasien tersebut adalah bapak dari pemilik akun yang membuat tweet tersebut. Saat ini kondisinya setelah swab kedua, hasilnya negatif," katanya. 

Kata Angelia, RS Wiyung juga berencana menghubungi keluarga pasien yang menuliskan tuduhan tersebut untuk meluruskan kembali postingan di media sosial. 

"Dari RS Wiyung sendiri, berencana untuk buka komunikasi dengan pihak keluarga pasien, melihat niat baiknya untuk meluruskan berita yang telah diviralkan. Untuk sementara ini dulu, jika dirasa perlu akan ditindaklanjuti hingga ke sana (jalur hukum), masih berdiskusi dengan konsultan hukum kami," katanya.

Sebelumnya, sebuah cuitan akun Twitter @BalqisRrzq viral. Balqis menuduh sebuah rumah sakit di Surabaya merekayasa pasien positif Covid-19.

"Ini, Ayah aku ngetik buat grup keluarga ya. Pas ini posisi ayahku udah minta pulang paksa dan isolasi mandiri di rumah karena HASIL SWAB hampir 3 Minggu Ga KELUAR. Tapi aneh nya rs kekeh kalo ayah positif covid. Pdhal setelah swab dari program BU RISMA ayah 2 kali negativ," tulis akun @BalqisRrzq.

Pemilik akun juga menyertakan dua foto layar ponsel yang menunjukkan percakapan melalui grup WhatsApp. Dalam percakapan itu disebutkan bahwa Rumah Sakit Wiyung merekayasa hasil tes untuk mendapatkan dana bantuan Rp200 juta dari pemerintah.

Dalam percakapan juga menuding rumah sakit mendapatkan uang ratusan juta dengan beberapa cara lain. Hingga Senin sore, unggahan itu sudah di-retweet 1.110 kali dan direspons 574 komentar.

Sementara itu, pemilik akun @BalqisRrzq meminta maaf atas pernyataannya di medsos yang membuat viral, Selasa, 21 Juli 2020 pagi ini. Permintaan maaf itu ditulis pada Senin, 20 Juli 2020 malam setelah tidak lama menghapus cuitan yang menghebohkan dunia maya itu.

"Selamat malam, Saya BALQIS RANARIZQ meminta maaf kepada pihak mayapada management hospital @RSMayapada atas postingan saya yang memberikan infromasi TIDAK BENAR tanpa terlebih dahulu mencari kebenaran (validasi) sumber beritanya," tulisnya.

"Dan untuk pihak ketiga lainnya dari rumah sakit yang terkait serta pihak pihak yg merasa dirugikan dengan postingan saya tersebut saya sampaikan juga permohonan maaf atas kesalahan saya. Mohon perhatian dan harap maklum. Terimakasih," tulisnya.

"Maka saya sekali lagi memohon maaf yang sebesar besarnya atas postingan saya tersebut dan sekaligus klarifikasi dari postingan saya, management mayapada tidak pernah merugikan pihak keluarga saya yang KEBETULAN ayah pernah mengalami sebagai pasien covid," tulisnya lagi.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Sep 2020 10:20 WIB

Sukmawati Soekarnoputri Trending Usai Membahas Ideologi PKI

Nasional

Nama Sukmawati Soekarnoputri jadi trending Twitter Indonesia.

30 Sep 2020 10:06 WIB

Bandung All Terrain Challenge: Berawal Romli Hingga Rebut 5 KOM

Gowes Bareng

Bandung All Terrain Challenge sangat berkesan bagi peserta.

30 Sep 2020 09:42 WIB

Donald Trump dan Joe Biden Kompak Tak Pakai Masker

Internasional

Debat perdana capes AS kompak tak pakai masker.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...