RS Adi Husada Buka Klinik Bedah Digestif dan Onkologi

09 Oct 2019 16:57 RS Adi Husada
RS Adi Husada Cancer Center

Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan meresmikan Klinik Bedah Digestif dan Klinik Bedah Onkologi, Rabu, 9 Oktober 2019. Klinik Bedah Digestif sudah sebenarnya sudah beroperasi sejak 1 Oktober 2019 kemarin. Sedangkan Klinik Bedah Onkologi baru akan beroperasi pada 1 November mendatang.

"Tujuan dibukanya kedua layanan ini untuk menolong masyarakat, supaya mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna. Bila membutuhkan pemeriksaan yang lengkap tidak perlu ke tempat lain lagi. Klinik khusus ini dikelola sendiri oleh RS Adi Husada Undaan Wetan tentu akan lebih terkontrol," ujar Direktur Utama RS Adi Husada Undaan Wetan, dr. Irawati Marga, MARS, QIA, CMA.

Selain itu, lanjut Irawati Marga, pelayanan lengkap ini agar masyarakat tak perlu jauh-jauh terbang ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan medis.

"Kalau di sini kan bisa didampingi keluarga saat berobat, karena itu juga penting untuk psikis pasien. Kalau di luar negeri mungkin terbatas keluarga yang bisa mendampingi," ujarnya usai peresmian Klinik Bedah Digestif dan Onkologi.

Pemeriksaan yang dilakukan di Klinik Digestif dan Onkologi RS Adi Husada Undaan Wetan Foto Pitangopibarengid
Pemeriksaan yang dilakukan di Klinik Digestif dan Onkologi RS Adi Husada Undaan Wetan. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Dokter yang praktik di Klinik Digestif merupakan dokter ahli bedah khusus masalah organ-organ pencernaan. Sedangkan dokter konsultan bedah onkologi adalah dokter ahli bedah yang menangani kasus-kasus onkologi (kanker).

Salah satu konsultan bedah Digestif, dr Luciana Wardoyo Sp.B-KBD, digestif merupakan area pencernaan dari mulai kerongkongan sampai anus.

"Jadi di klinik ini nanti akan menangani masalah seputar pencernaan. Penyakit pencernaan yang sering terjadi antara lain usus buntu, hernia (usus turun), infeksi lambung, batu empedu, kista liver, liver sampai kanker usus besar," jelasnya.

Menurut Luciana, angka pengidap kanker usus besar di Indonesia masih tinggi dan menempati posisi lima besar.

Gejala kanker usus besar, lanjut Luciana, hampir mirip seperti gejala ambeien, yaitu buang air besar disertai darah. Nah, kondisi ini terkadang tak disadari masyarakat sebagai kanker usus besar.

"Untuk itu bila merasa ada yang tak biasa dalam pola Buang Air Besar (BAB) sebaiknya segera diperiksakan. Pola berubah misalnya, BAB berwarna hitam, keluar darah dan sebagainya," sambungnya.

Luciana pun mengimbau untuk tetap memperhatikan gaya hidup termasuk pola makan. Pasalnya, makanan cepat saji terkadang membuat sebagian orang tak memperhatikan kesehatan pencernaannya.

Penulis : Pita Sari
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini