Seorang pedagang rokok elektronik (e-cigarette) memperlihatkan tiga buah rokok elektrik di pusat penjualan rokok elektrik di jl Rajawali, Palembang, Kamis 21 Mei 15. Pemerintah melalui Menteri Perdagangan (MENDAG) Rachmat Gobel dan mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (MENKES) melarang penjualan dan impor roko elektronik (e-cigarette) dikarenakan mengandung zat nikotin yang berbahaya bagi kesehatan. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Rokok Elektrik Berpeluang Disalahgunakan untuk Narkoba

Nasional 25 June 2019 15:09 WIB

Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) Mufti Djusnir mengatakan rokok elektronik sangat berpeluang disalahgunakan untuk narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya.

"Karena itu, BNN menolak peredaran rokok elektronik," kata Mufti dalam diskusi kelompok terfokus yang diadakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Selasa.

Mufti mengataan BNN sudah menemukan beberapa narkoba yang menggunakan rokok elektronik sejak 2013, antara lain sabu-sabu dan ganja.

Menurut Mufti, rokok elektronik sangat mungkin menjadi kamuflase bagi para penyalahguna dalam menggunakan narkoba.

"Beberapa jenis narkoba yang disalahgunakan dengan cara dihisap, bisa jadi menggunakan rokok elektronik," tuturnya.

Meskipun temuan rokok elektronik yang digunakan dalam penyalahgunaan narkoba belum terlalu banyak, Mufti mengatakan hal itu tidak bisa dipandang sebagai suatu hal yang biasa.

"Dalam ilmu kriminal itu, penangkapan satu kasus berarti masih ada sembilan lainnya yang belum tertangkap," katanya.

Karena itu, Mufti mengatakan BNN secara tegas menolak rokok elektronik dilegalkan. Dia mencontohkan ganja yang masih menjadi barang ilegal di Indonesia, tetapi banyak penyalahgunaan.

"Diatur saja ada penyalahgunaan, apalagi dibebaskan," ujarnya.

Mufti menjadi salah satu penanggap dalam diskusi kelompok terfokus bertema Sinergisme Pengawasan Produk Tembakau "Tinjauan Kebijakan Rokok Elektronik di Indonesia" yang diadakan BPOM.

Dalam diskusi tersebut, Pelaksana Harian Deputi Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BNN Reri Indriani mengatakan rokok elektronik menimbulkan dampak negatif lebih besar dibandingkan potensi manfaat bagi kesehatan masyarakat. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Apr 2020 22:11 WIB

Artis Sinetron Naufal Samudra Ditangkap Polisi

Selebriti

Ia kedapatan konsumsi ganja dalam bentuk cairan rokok elektrik.

25 Jan 2020 19:21 WIB

PP Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Vape

Nasional

Fatwa rokok elektrik atau vape sebagai produk haram.

17 Jan 2020 20:11 WIB

Polresta Malang Tangkap 11 Tersangka Narkoba dalam 11 Hari

Kriminalitas

TKP sering ditemui di kawasan perumahan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...