Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat berkunjung ke rumah duka salah satu petugas KPPS, 25 April 2019. (Foto: Farid/ngopibareng.id)

Risma Siapkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Almarhum Petugas KPPS

Surabaya 25 April 2019 16:56 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendatangi rumah salah satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tommy Heru Siswantoro, di kawasan Karanggayam Teratai, Tambaksari, Surabaya.

Tommy adalah salah satu petugas di tempat pemungutan suara (TPS) 19, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya, yang meninggal dunia, hari ini Rabu 25 April 2019, akibat dugaan kelelahan saat bertugas di Pemilu 2019, 17 April 2019, lalu.

Wafatnya Tommy meninggalkan seorang istri dan satu orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta, bernama Duta (16).

Usai bertemu, Risma mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan kepada keluarga Tommy dan petugas KPPS lain yang wafat usai bertugas. Namun, bantuan tersebut bersifat biaya sekolah untuk anak yang ditingalkan.

"Mungkin kita akan selesaikan (bantu) masalah (biaya) sekolahnya dan sebagainya," ujar Risma usai dari rumah duka.

Bantuan biaya sekolah tersebut lantaran para petugas tersebut gugur bukan saat menjalankan tugas dari Pemerintah Kota, melainkan saat menjalankan mandat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jadi gini ini adalah bukan gawenya pemkot, tapi akan kita lihat kondisimya seperti apa, tapi, tadi sekali lagi yang pertama ini bukan gawenya pemkot," kata Risma.

Kendati demikian Risma mengaku tak menyangka gelaran Pemilu dan Pilpres 2019, hingga memakan nyawa, akibat jam bertugas yang begitu panjang.

Ia menyebut, sistem pemilu yang dilaksanakan secara serentak ini memanglah berbeda dari sistem pemilihan-pemilihan serupa, di waktu sebelumnya.

"Saya gak ngerti, yang jelas ada perbedaan lah, tapi saya gak bisa dalami. Tapi saya sudah komunikasi dengan KPU apakah bisa petugas itu bergantian, ternyata bisa," ujarnya.

 

Sementara itu, selain Tommy, sudah ada dua orang petugas lain yang meninggal dunia. Salah satunya adah KPPS di TPS 19 Kedung Baruk, Badrul Munir dan petugas KPPS di TPS 13 Kapas Madya, Sunaryo. (frd) 

Penulis : Farid Rahman

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 07:50 WIB

The Show Must Go Down

Arif Afandi

Mebandingkan kampanye pencegahan Covid di Yogyakarta dan Surabaya.

11 Jul 2020 06:29 WIB

OJK Risma

Dahlan Iskan

Apa yang akan terjadi kalau angka Covid-19 itu naik terus?

10 Jul 2020 22:10 WIB

Cek Kesiapan Kampung Tangguh, Whisnu Datangi Daerah Bubutan

Surabaya

Ia ingin sebelum dana stimulan turun, mereka sudah tahu yang dilakukan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...