Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat membuka acara peluncuran program 'Guru Pembangun Peradaban, Kolaborasi Wujudkan cita-cita Memmbangun Generasi Anti Korupsi 2019' di Graha Sawunggaling Balai Kota Surabaya. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

Risma Minta Guru Jadi Garda Terdepan Pencegahan Korupsi

Pendidikan 05 December 2019 14:46 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para guru untuk menjadi garda terdepan pencegahan perilaku korupsi sejak dini. Sejak di bangku sekolah, baik SD maupun SMP.

Hal itu diungkapkan Risma dalam acara peluncuran program 'Guru Pembangun Peradaban, Kolaborasi Wujudkan cita-cita Membangun Generasi Anti Korupsi 2019' di Graha Sawunggaling Balai Kota Surabaya.

Dalam acara itu, Pemkot Surabaya menjalin kerjasama dengan KPK, SPAK, Kemendikbud, hingga Kementerian Agama Indonesia.

"Saya mau guru untuk menjadi garda nomor satu untuk mencegah perilaku korupsi dan curang sejak dini," kata Risma, Kamis 5 Desember 2019.

Dengan begitu, menurut Risma jangan sampai para guru malah menjadi jembatan bagi siswa-siswi untuk berlaku curang.

"Guru jangan malah memfasilitasi dan membiarkan. Awas saja yang main-main dengan kami," kata Risma.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengatakan, selama ini Kota Surabaya sudah menjadi kota percontohan bagi pengelolaan pendidikan usia dini dan menengah (SD dan SMP).

Maka dari itu, dengan adanya acara pencegahan anti korupsi kepada guru dan murid kali ini, Risma berharap Surabaya bisa kembali menjadi tolok ukur nasional.

"Surabaya sudah bagus namanya di nasional dalam pendidikan, dalam mengurus anak-anak. Sekarang kami tambahkan dengan pendidikan anti korupsi. Baik secara materi maupun praktek. Saya harap Surabaya bisa lead lagi menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia," kata Basaria.

Basaria mengatakan, program ini sengaja pertama kali diselenggarakan langsung di Kota Surabaya, bukan yang lain. Alasannya, Surabaya secara sarana dan prasarana sudah siap untuk menjadi tempat mencoba pendidikan anti korupsi yang ditanamkan kepada guru-guru SD dan SMP.

"Bu Wali itu juga yang paling setuju dan siap kalau dilaksanakan di Surabaya. Secara sistem di sini juga bagus. Itu kenapa dipilih Surabaya untuk pertama kali. Kalau sukses, akan langsung diterapkan di kota lain," katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 23:15 WIB

10 Hari Lagi Rumput Standar FIFA untuk GBT Datang

Surabaya

Pemkot Surabaya sedang mempercepat pengerjaan renovasi GBT

07 Aug 2020 20:02 WIB

Polrestabes Tangkap 6 Pengedar Narkoba, 2 di Antaranya Polisi

Surabaya

Polrestabes tangkap pengedar narkoba antar kota

07 Aug 2020 17:15 WIB

Baliho Armuji Bertebaran, PDIP Belum Terima Surat Pengunduran

Pilkada

Baliho Armuji masih banyak terpasang di jalanan Kota Surabaya

Terbaru

Lihat semua
08 Aug 2020 00:43 WIB

Instagram Reels ala TikTok

Teknologi dan Inovasi
08 Aug 2020 00:23 WIB

Hoak Video Ledakan Rudal di Beirut

Internasional
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...