Risma, di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Singapura, 9 Juli 2018. (Foto: Istimewa)
Risma, di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Singapura, 9 Juli 2018. (Foto: Istimewa)

Risma Minder saat Surabaya Raih Penghargaan Lee Kwan Yew

Ngopibareng.id Surabaya 09 July 2018 18:51 WIB

Pemerintah Kota Surabaya resmi menerima piagam penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize kategori Special Mention saat acara World Cities Summit (WCS) 2018. Wali Kota Risma mengaku sempat minder dengan tiga kota pemenang special mention lainnya. Sebab, ia menilai ketiga kota lain itu merupakan kota-kota besar dunia.

“Minder aku. Lha, tiga-tiganya itu termasuk kota-kota besar. Tapi kan yang menilai menang atau kalahnya bukan saya, tapi sudah ada jurinya. Bahkan, tadi naik panggung saya juga sempat minder,” kata Risma, di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Singapura, 9 Juli 2018..

Selain Surabaya, kategori Special mention juga diterima oleh Hamburg (Jerman), Kazan (Rusia) dan Tokyo (Jepang). Sedangkan penghargaan utama Lee Kuan Yew diraih oleh Seoul (Korea Selatan).

“Minder aku. Lha, tiga-tiganya itu termasuk kota-kota besar. "

Saat menerima penghargaan itu, Risma mengatakan keterbatasan anggaran Kota Surabaya dalam pembangunannya, bukan menjadi halangan untuk membangun kota yang berkesinambungan. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya penghargaan yang sangat bergengsi ini.

"APBD Kota Surabaya mungkin lebih kecil dibanding tiga kota peraih special mention lainnya, tapi kami buktikan jika bisa merubah wajah kota lebih nyaman, bersih bagi warga," kata dia.

Pada kesempatan itu, Risma juga memaparkan keberhasilan Kota Surabaya dalam merubah wajah kampung nelayan yang kumuh menjadi berwarna dan bersih. Bahkan, program ekonomi kemasyarakatan bagi para nelayan mampu mengangkat perekonomian warga serta penanganan sosial dan anak.

"Mengajak warga kampung untuk berperan aktif dalam lingkungan maupun ekonomi kemasyarakatan menjadi fokus kami menjadikan Surabaya kota milik bersama. Terbukti dengan melibatkan masyarakat secara langsung, kini sudah 6 ribu lebih kelompok ekonomi,” kata dia.

Risma juga memastikan kelompok ekonomi masyarakat dan pemuda tidak hanya dilatih tentang produk dan pengelolaan keuangan. Namun, dari segi perijinannya juga dibantu oleh Pemkot Surabaya. "Kami juga pastikan sisi hukumnya dengan mengurus perizinan usaha dan hak paten produk yang dihasilkan warga," ujarnya.

Sedangkan untuk bidang pendidikan, Risma memaparkan Kota Surabaya memiliki banyak program beasiswa bagi anak-anak Surabaya, mulai pilot, teknik mesin pesawat hingga pramugari. "Kita juga menggandeng universitas untuk memberikan beasiswa berbagai jurusan," tambahnya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengaku akan merangkul inovasi, beradaptasi kepada teknologi-teknologi baru dan mengatasi bisnis-bisnis model baru serta menghadapi tantangan-tantangan baru ke depannya. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Mar 2021 04:38 WIB

BCA Salah Transfer, Terdakwa akan Laporkan Balik Si Pelapor

Kriminalitas

Pelapor diduga memberikan sumpah palsu saat BAP di kepolisian.

07 Mar 2021 21:50 WIB

Hengkang dari Persebaya, Hansamu ke Bhayangkara FC

Liga Indonesia

Ia sudah diperkenalkan sejak Jumat 5 Maret melalui instagram.

07 Mar 2021 21:45 WIB

Jika Pusat Perpanjang PPKM Mikro, Eri Siap Laksanakan

Surabaya

Sebab menurutnya itu adalah perintah satu garis pemerintahan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...