Risma Matangkan Konsep Alun-alun Surabaya

20 Mar 2019 21:35 Surabaya

Progres perencanaan pembangunan Alun-alun Surabaya yang bakal tersambung dari Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pemuda lewat bawah tanah, disebut telah memasuki tahap pematangan konsep.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan rencananya, pembangunan ruang publik terbuka itu diperkirakan akan dimulai pada Juni 2019 mendatang. Pihaknya pun menganggarkan Rp 80 miliar dari APBD untuk membangun alun-alun tersebut.

"Yang di Balai Pemuda sudah kita putuskan. Aksesnya saya minta di sisi utara (Jalan Yos Sudarso) tembus dari barat (Balai Pemuda) dan keluarnya di Jalan Pemuda," kata Risma saat melihat persiapan pengerjaan Alun-Alun Surabaya di Balai Pemuda, Rabu, 20 Maret 2019.

Letak bangunan Alun-alun Surabaya itu, kata Risma bakal berada di bawah tanah. Berbeda dengan alun-alun di daerah lain yang memiliki lahan yang luas.

Selain itu Politisi PDIP itu juga meyakini bahwa rancangan dan desain alun-alun bawah tanah yang dibuatnya akan lebih indah, dari alun-alun biasa.

"Nanti Alun-Alun Surabaya di bawah, kalau di atas nanti jelek. Jadi nanti kalau masuk kayak ada ruang besar untuk macam-macam. Ini tidak mengubah desain (awal)," ujar Risma.

Dengan begitu, lanjut dia, satu lantai di bawah Jalan Yos Sudarso nanti akan terdapat alun-alun yang menyediakan sentra PKL, ada pula ruang publik bagi masyarakat Surabaya.

Lebih lanjut, Risma menyebut, jika sengketa lahan antara Pemkot Surabaya dengan PT Maspion Tbk tuntas, maka pihaknya akan secepatnya memulai pengerjaan.

Sekadar diketahui, sesuai hasil sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis, 14 Maret 2019 lalu, pihak PN mengabulkan gugatan sengketa tanah yang diajukan Risma.

Dalam sidang tersebut, Risma mengajukan gugatan atas kepemilikan tanah di Jalan Pemuda nomor 17 dengan tergugat PT Maspion Tbk lantaran lahan atau jalan tersebut akan dibangun Alun-alun Surabaya.

"Kalau kita menang dan tidak ada gugatan lagi, langsung kita kerjakan dan ditender," ucap Risma, memungkasi. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini