Risma Masuk Gang 'Tikus', Takziyah Keluarga KPPS yang Meninggal

16 May 2019 22:48 Surabaya

Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis 16 Mei 2019, kembali melakukan takziyah ke rumah keluarga Agus Riyadi (almarhum) pertugas yang gugur saat mengawal Pemilu 2019.

Rumah Agus terletak di gang sempit yang hanya muat untuk satu orang di Tambak Arum, Surabaya. Saat datang, Risma disambut istri dan dua anak Agus.

"Saya turut berduka nggih bu. Maaf apabila Pemilu membuat bapak jadi tidak bisa berdampingan dengan keluarga kembali," ujar Risma.

Wali kota perempuan pertama Surabaya itu sedih karena sudah 15 orang di Surabaya yang gugur karena Pemilu 2019 termasuk Agus. IA menyampaikan kepada keluarga agar kuat dan tidak boleh bersedih terlalu lama meski kehilangan sosok tulang punggung.

Mukaromah, istri Agus bercerita kepada Risma terkait kronologis meninggalnya sang suami. Ia tak menyangka kelelahan yang dialami suaminya berdampak pada kambuhnya sakit kencing manis yang telah lama tak menerpa Agus.

"Mas Agus sakit kencing manis, tapi sudah lama sembuh. Gara-gara kecapean, kemudian badannya panas. Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit dr Soewandhi, nggak lama dirujuk ke RS dr Soetomo. Cuma satu hari di sana terus meninggal, kata dokter kencing manisnya kambuh," kata Mukaromah.

Sebagai tanggung jawab seorang pemimpin, Risma tak tinggal diam. Selain memberi bantuan santuan berupa uang tunai. Risma juga memberikan beasiswa bagi anak bungsu Agus yakni Pamela. Diketahui Pamela sedang bersekolah di SMA 7 Surabaya.

"Karena bapak sudah nggak ada, nanti biaya sekolahmu Pemerintah tanggung ya sampai lulus. Sekolah yang pinter, biar bapak senang," kata Risma sambil menepuk bahu Pamela.

Selain itu, Risma juga memberikan pekerjaan bagi anak kedua Agus yang bernama Erlan Dwi. Erlan yang sebelumnya bekerja di SPBU di daerah Sidoarjo ditawari Risma untuk bergabung dengan Linmas Pemkot Surabaya.

Risma pun tak lupa dengan istri Agus. Mukaromah yang sehari-hari bekerja dagang sate ayam, ditawarinya untuk turut membantu di Puskesmas dekat rumahnya.

"Terimakasih banyak bu Risma, ini mungkin berkah dari bapak. Meskipun beliau sudah tak ada, tapi ini rejeki yang ia berikan kepada kami," ujar Mukaromah dan Erlan.

Dengan kebaikan Risma tersebut, Mukaromah juga mendoakan Risma agar mendapat balasan setimpal karena sudah membantu para keluarga KPPS yang gugur dalam Pemilu 2019.

Reporter/Penulis : Alief Sambogo
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini