Risma Ingin Bangun Sekolah di Lokasi Gempa Palu

17 Oct 2018 12:26 Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 450 juta, yang berasal sejumlah pihak. Nantinya bantuan itu disalurkan kepada korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Bantuan uang itu berasal dari Dharmawanita Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebesar Rp 151.500.000, dari Ikatan Guru Taman Kanan-kanak Indonesia sebesar Rp 200.381.000, dari Yayasan Suryani Setyadi dan Happy Puppy Grup sebesar Rp 100 juta.

Risma mengatakan dengan bantuan uang sebesar itu, pihaknya akan membelikan barang-barang yang diperlukan, dan juga bahan makanan pokok beras yang sangat dibutuhkan di lokasi gempa. Sisanya, kata dia dana itu akan digunakan untuk membangun sebuah sekolah di sana.

“Sisanya, kami ingin membangun atau nanti memperbaiki sebuah sekolah di sana, nanti kita lihat lebih detail kebutuhannya,” kata Risma, Selasa, 17 Oktober 2018.

Ia juga meminta relawan yang kini berada di sana untuk mengecek terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan sekolah yang akan dibangun atau diperbaiki itu. Namun, kata Risma, dirinya memperioritaskan sebuah sekolah yang selama ini difungsikan menjadi posko relawan dari Pemkot Surabaya.

Beberapa waktu lalu, lanjut Risma, Pemkot Surabaya telah memberangkatkan 16 truk bantuan dan 28 relawan Pemkot Surabaya untuk membantu para korban gempa. “Nanti sekitar tanggal 21 Oktober 2018 akan memberangkatkan bantuan lagi ke sana dan relawan yang ada di sana akan pulang untuk diganti dengan relawan baru,” kata dia.

Risma memastikan bahwa relawan yang dikirim ke lokasi gempa dan tsunami itu sudah melakukan tugas dan fungsinya dengan baik. Bahkan, selama berada di lokasi, tidak ada halangan dan dapat bekerja serta membantu para korban dengan baik.

"Mereka bekerja keras membantu para korban. Awalnya, yang sangat dibutuhkan memang dokter bedah, sehingga pada saat itu dokter bedah yang ikut menjadi relawan bekerja hingga pukul 01.00 dini hari. Kebetulan, yang menjadi tempat lokasi bedah adalah rumah sakit yang ditinggalkan oleh para dokternya setelah gempa dan tsunami," kata Risma.

"Nah, rumah sakit itu dibersihkan lalu dijadikan tempat bedah oleh teman-teman. Mereka juga menghidupkan puskesmas di sana untuk membantu mengobati para korban,” sambungnya.

Risma menambahkan, meskipun sudah beberapa minggu lalu terjadinya gempa, namun kebutuhan akan makanan sangat tinggi. Maka, pada pengiriman bantuan tahap kedua ini pihaknya akan mengirim 30 ton beras dari Surabaya. Selain itu, nanti juga akan dikirim genset, tenda dan juga tendon air. (frd) 

Penulis : Farid Rahman
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini