Ilustrasi pelipatan kertas suara pemilu 2019. (Foto: dok/antara)

Ribuan TPS Gelar Pemilu Susulan Hari Ini

Politik 18 April 2019 12:11 WIB

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU) RI memerintahkan petugas penyelenggara pemilu di tingkat daerah menggelar pemungutan suara Pemilu susulan, Kamis, 18 April 2019.

"Hari ini kami perintahkan untuk pemilu susulan," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Jakarta.

Dia menerangkan pelaksanaan pemilu susulan itu digelar di 2.249 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia, akibat mengalami keterlambatan distribusi logistik dan bencana alam.

"Sebagian besar dari mereka itu karena logistiknya terlambat tiba, ada yang siang, ada yang sore. Maka hari ini dilakukan pemilihan susulan," ujarnya.

Lebih lanjut Arif menuturkan pihaknya telah bekerja sesuai prosedur penyelenggaraan pemilu. Kendala penyaluran distribusi logistik itu justru terjadi di daerah, karena petugas harus menindaklanjuti logistik pemilu dari KPU RI dengan memilah, melipat, mengemas hingga memasukkan kertas surat suara ke dalam kotak surat suara.

"Kalau dari KPU RI sudah distribusikan tiba di sana (daerah) sesuai jadwal yang kita kerjakan. Mungkin ada kendala saat distribusi di tingkat bawah," ujarnya.

Sementara itu terkait pemilu ulang di Malaysia dan Sydney, KPU RI masih memerlukan waktu terkait penyelenggaraan pemungutan suara di dua wilayah itu.

"Sudah jelas rekomendasi Bawaslu, cuma kan rekomendasi itu ada yang bisa langsung dilakukan tindak lanjut, klarifikasi, cek, kemudian diproduksi logistiknya. Itu enggak mungkin besok langsung (pemilu ulang), enggak mungkin, pasti butuh waktu untuk produksi dan distribusinya," jelas Arief Budiman. (ant)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 May 2020 13:48 WIB

Jutaan Datanya Telah Dibobol, Ini Jawaban Anggota KPU

Nasional

Ini jawaban anggota KPU tentang dibobolnya data KPU.

22 May 2020 12:56 WIB

Gawat, Peretas Berhasil Bobol 2,3 Juta Data KPU

Nasional

Peretas berhasil membobol 2,3 Juta data KPU tahun 2013.

22 May 2020 12:40 WIB

Data 2,3 Juta Penduduk Jogjakarta Bocor di Internet

Internet

Data yang bocor diduga berasal dari daftar pemilih tetap KPU setempat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.